SuaraBojonegoro.com – Momentum pengambilan sumpah jabatan pegawai fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membawa kabar menarik bagi kalangan guru. Tiga guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi dilantik menjadi kepala sekolah.
Salah satunya adalah Ririn Widiastutik, guru SDN Ngulanan I, Kecamatan Dander. Ririn bahkan dipercaya menjadi kepala sekolah di lembaga tempatnya selama ini mengajar.
Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kamis siang. Secara keseluruhan, sebanyak 504 pejabat fungsional dilantik. Dari jumlah tersebut, 155 orang mendapat amanah sebagai kepala sekolah, terdiri dari 152 PNS dan tiga guru PPPK.
Bagi Ririn, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Guru yang juga menjadi salah satu Koordinator Guru PPPK Kabupaten Bojonegoro itu mengaku siap menjalankan amanah dengan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan.
Menurutnya, pengalaman mengajar sebagai guru honorer selama puluhan tahun menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas barunya. Selain pengalaman, dirinya juga telah mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi, termasuk program Guru Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan serta pendidikan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
“Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami. Ilmu dan pengalaman yang sudah kami dapatkan tentu ingin segera kami praktikkan untuk turut mendukung kemajuan pendidikan dasar di Bojonegoro,” ujar Ririn.
Ia menilai kesempatan bagi guru PPPK untuk menduduki jabatan kepala sekolah menunjukkan bahwa kompetensi dan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam pengembangan kepemimpinan satuan pendidikan.
Guru PPPK, kata dia, dapat dipercaya menjadi kepala sekolah sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan dan telah mengikuti serta dinyatakan lulus dalam pendidikan Bakal Calon Kepala Sekolah.
Ririn menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada guru PPPK untuk mengemban tugas sebagai kepala sekolah.
Ia berharap perhatian dan kesempatan serupa terus diberikan kepada guru PPPK agar semakin banyak inovasi dan kreativitas yang lahir dari lingkungan pendidikan.
“Kami berharap kesempatan ini bisa menjadi ruang bagi guru-guru PPPK untuk terus berinovasi dan memberikan karya terbaik. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), dan pada akhirnya ikut meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro,” tuturnya.
Dengan amanah baru tersebut, Ririn berharap dirinya bersama jajaran guru dapat membangun lingkungan sekolah yang semakin inovatif, inklusif, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Pelantikan ratusan pejabat fungsional ini sekaligus menjadi bagian dari dinamika penataan dan pengembangan sumber daya aparatur di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Bagi Ririn, kepercayaan tersebut menjadi momentum untuk membuktikan bahwa guru PPPK juga mampu mengambil peran strategis dalam memajukan pendidikan daerah. (Lis/Red)








