SuaraBojonegoro.com – Tim Penilai Lomba Desa Digital Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI melakukan kunjungan ke Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (01/08/2025).
Rombongan tim juri dan verifikasi disambut hangat di Balai Desa Kauman oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito, yang turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bojonegoro, Heri Widodo serta Kepala Desa Kauman, Yulia Purwaningtyasari.
Dua juri yang hadir dalam kunjungan ini yakni Arif Purbantara dan Imam Budianto dari Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT.
Lima indikator menjadi acuan utama dalam proses penilaian lomba, antara lain ketersediaan infrastruktur digital di desa, pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik, upaya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi, inovasi desa dalam memanfaatkan digitalisasi, serta keberlanjutan dalam pengelolaan teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Djoko Lukito menyampaikan harapannya agar Desa Kauman dapat meraih hasil terbaik dalam ajang ini. Ia menyebutkan bahwa sejak 2018, Desa Kauman telah aktif menerapkan sistem pelayanan berbasis digital kepada masyarakat.
“Kita patut berbangga karena Desa Kauman bukan hanya mewakili Bojonegoro, tapi juga Provinsi Jawa Timur, dan kini berhasil melaju ke posisi enam besar nasional. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Djoko.
Djoko menilai keberadaan desa digital dapat membawa banyak manfaat, mulai dari efisiensi pelayanan, transparansi administrasi, hingga meningkatkan partisipasi warga. Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan Kauman sebagai inspirasi bagi desa-desa lain di Bojonegoro.
Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga menyampaikan masukan kepada pihak Kemendes PDTT mengenai pentingnya penerapan tanda tangan elektronik (TTE) hingga ke level pemerintahan desa. Saat ini, penerapan TTE baru sampai pada level kecamatan.
“Harapan kami TTE sampai ke tingkat desa, sehingga dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengaitkan upaya pengembangan desa digital dengan visi Kabupaten Bojonegoro, yakni menuju masyarakat yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan. Djoko optimistis Desa Kauman dapat menjadi kebanggaan daerah bila berhasil menjadi juara nasional.
Di akhir sambutan, Djoko menegaskan bahwa desa digital bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga berperan dalam menjaga keamanan desa, salah satunya dengan pemasangan CCTV di titik rawan. Ia menyatakan dukungan penuh Pemkab Bojonegoro terhadap pengembangan desa digital ke depan.
Sementara itu, perwakilan juri dari Kemendes PDTT, Arif Purbantara, menuturkan bahwa lomba ini merupakan bentuk apresiasi kepada desa-desa yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pelayanan publik.
“Jadi penilaian lomba ini salah satunya untuk memberikan apresiasi kepada desa-desa dalam memberikan pelayanan dasarnya secara digital. Itu yang kami kehendaki dari kementerian,” kata Arif Purbantara.,
Diketahui, Desa Kauman berhasil masuk dalam enam besar Lomba Desa Digital Nasional 2025 bersama lima desa lainnya, yaitu Desa Cibiru Wetan (Kab. Bandung, Jabar), Desa Duda Timur (Kab. Karangasem, Bali), Desa Krandegan (Kab. Purworejo, Jateng), Desa Muaro Singoan (Kab. Batang Hari, Jambi), dan Desa Piasan (Kab. Kepulauan Anambas, Kepri).
Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada desa-desa yang sukses menerapkan digitalisasi demi mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan warga. Melalui lomba ini, Kemendes PDTT berharap muncul lebih banyak desa-desa inspiratif yang mengedepankan transformasi digital demi kemajuan daerah. (Red/Lis)








