SDN Ledokwetan Hadirkan Program SMART, Padukan Pendidikan Akademik, Religi, dan Karakter Siswa

SuaraBojonegoro.com – Sekolah dasar tidak hanya dituntut mencetak siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, adab, dan pemahaman keagamaan yang baik. Berangkat dari kebutuhan tersebut, SDN Ledokwetan, Kecamatan Bojonegoro, menghadirkan program unggulan SMART (Sinergi Membangun Akademik dan Religi LedokweTan).

Program SMART menjadi inovasi sekolah untuk memadukan pendidikan akademik dengan penguatan keagamaan dan pembentukan karakter dalam satu ekosistem pendidikan. Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan kegiatan Jalan Sehat Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Peluncuran SMART turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Murtadlo, Pengawas SD Kecamatan Bojonegoro, Sekretaris Kecamatan Bojonegoro, Lurah Ledokwetan beserta jajaran, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat Kelurahan Ledokwetan.

Melalui SMART, peserta didik mendapatkan penguatan pendidikan keagamaan yang terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Materinya antara lain Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), mengaji, fiqih, aqidah, tahfidz, dan tajwid.

Konsep tersebut diharapkan mampu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki prestasi akademik, tetapi juga tumbuh sebagai pribadi yang memiliki akhlak, adab, dan nilai keagamaan.

Didukung Wakil Bupati

Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah menyambut positif inovasi yang dikembangkan SDN Ledokwetan. Menurutnya, sekolah harus terus beradaptasi dan menghadirkan terobosan sesuai perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Inovasi pendidikan dinilai penting agar layanan sekolah tidak berhenti pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi mampu menjawab berbagai harapan orang tua terhadap tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Bangun Karakter Lewat "Semangat Cerdas Ceria", Santri Baru MTs dan MA Al Rosyid Diajak Berani "Kangelan" demi Kesuksesan

Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi SDN Ledokwetan untuk terus mengembangkan SMART agar tidak sekadar menjadi program, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat.

Pendidikan Tak Cukup Hanya Akademik

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Murtadlo juga memberikan apresiasi terhadap program SMART. Menurutnya, pendidikan memiliki tugas yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kemampuan akademik siswa.

Pendidikan juga harus menjadi ruang untuk membangun karakter, moral, adab, dan kepribadian peserta didik.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep SMART yang mempertemukan pendidikan umum dan keagamaan. Keduanya tidak ditempatkan sebagai dua hal yang terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membentuk generasi masa depan.

Berangkat dari Kebutuhan Orang Tua

Kepala SDN Ledokwetan Rita Yuana menjelaskan, SMART lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, khususnya para orang tua peserta didik.

Sebagian orang tua siswa memiliki kesibukan sebagai pegawai maupun pedagang. Kondisi tersebut membuat waktu untuk mendampingi anak dalam pendidikan keagamaan di luar sekolah menjadi terbatas.

Karena itu, sekolah berupaya mengambil peran dengan menghadirkan pendidikan keagamaan secara lebih terarah melalui SMART.

“Program ini kami hadirkan sebagai salah satu solusi bagi orang tua. Harapannya, orang tua tidak lagi terlalu khawatir mengenai pendidikan agama anak karena sekolah ikut mengambil peran dengan mengintegrasikan pendidikan akademik dan keagamaan dalam satu wadah,” jelas Rita.

Dengan konsep tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter, adab, serta nilai-nilai keislaman.

Baca Juga:  Kukuhkan 150 Kepala Sekolah PAUD, DWP Bojonegoro Tekankan Pendidikan Karakter dan Pencegahan Bullying

SMART Bukan Sekadar Branding

Rita menegaskan, SMART bukan sekadar nama atau branding sekolah. Di balik program tersebut terdapat komitmen untuk membangun layanan pendidikan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, kata “sinergi” menjadi ruh utama SMART. Pendidikan anak tidak mungkin hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh kembang peserta didik.

“Kami menyadari bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dengan dukungan para tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder, kami berharap SDN Ledokwetan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ujar Rita.

Ia berharap SMART dapat menjadi ruang bagi anak-anak Ledokwetan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperkuat pemahaman agama dan karakter.

Lebih jauh, SDN Ledokwetan ingin membangun ekosistem pendidikan yang mampu mempertemukan ilmu dan nilai, kecerdasan dan akhlak, serta akademik dan religi secara berkelanjutan.

Sebab, generasi masa depan tidak cukup hanya dibekali kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Mereka juga membutuhkan karakter yang kuat, akhlak yang baik, serta kemampuan menggunakan ilmu untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Melalui SMART, SDN Ledokwetan ingin membuktikan bahwa pendidikan yang unggul bukan hanya tentang seberapa tinggi prestasi akademik siswa, tetapi juga tentang seberapa kuat karakter dan nilai yang mereka bawa dalam kehidupan. (Lis/Red)