Bupati Setyo Wahono Dorong Kemandirian dan Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dengan mendorong masyarakat agar semakin mandiri dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan dinilai menjadi kunci penting untuk meminimalkan dampak ketika bencana terjadi. Senin (10/8/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai potensi risiko bencana sekaligus langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pembekalan mengenai Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Materi yang diberikan mencakup pemahaman terhadap potensi bencana, langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana di lingkungan masing-masing.

Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa penanganan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau petugas. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar untuk menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi. Karena itu, kemampuan mengenali potensi bahaya dan mengambil langkah tepat sejak awal sangat penting untuk mengurangi risiko.

Kesiapsiagaan, kata dia, harus dibangun melalui kebiasaan, pengetahuan, serta koordinasi yang baik. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi mampu mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana.

Baca Juga:  DPRD Bojonegoro Sampaikan Rekomendasi Atas LKPJ 2025, Bupati Siap Tindak Lanjut

Waspada Kebakaran Saat Musim Kemarau

Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah potensi kebakaran selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering membuat lingkungan lebih mudah terbakar sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di area yang banyak terdapat material mudah terbakar. Jika pembakaran benar-benar diperlukan, harus dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan pengawasan agar api tidak merembet ke lingkungan sekitar.

Langkah sederhana seperti memastikan api benar-benar padam setelah digunakan dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Bupati juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Potensi kebakaran dapat ditekan apabila masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Perkuat Desa Tangguh dan Masyarakat Mandiri

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, penguatan kapasitas masyarakat juga diarahkan untuk membangun desa tangguh dan masyarakat yang mandiri dalam menghadapi bencana.

Masyarakat didorong memahami karakteristik bencana di wilayah masing-masing serta mengetahui jalur evakuasi, titik aman, hingga mekanisme koordinasi ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga:  Dugaan Pelanggaran Pengisian Jabatan, Komisi A DPRD Bojonegoro Akan Datangi Komisi ASN

Kesiapsiagaan juga membutuhkan koordinasi yang jelas antara pemerintah desa, BPBD, relawan, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut penting agar setiap unsur mengetahui tugas dan perannya ketika menghadapi bencana.

Dengan koordinasi yang kuat, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan efektif.

Upaya membangun masyarakat tangguh juga tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Pengetahuan yang telah diperoleh perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pemkab Bojonegoro berharap peningkatan kapasitas masyarakat ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sadar bencana. Masyarakat tidak hanya memahami risiko yang ada, tetapi juga mampu melakukan tindakan pencegahan dan penanganan secara mandiri.

Kesiapsiagaan bukan hanya tentang bagaimana menghadapi bencana saat terjadi, tetapi bagaimana bersama-sama mencegah risiko dan mengurangi dampaknya sejak dini.

Dengan masyarakat yang semakin sadar, mandiri, dan tangguh, Bojonegoro diharapkan mampu menghadapi berbagai potensi bencana dengan lebih siap dan responsif. (Red)