Kalangan Pemuda Dukung Pelatihan Keterampilan Sumber Daya Lokal

oleh
Ilustrasi

SUARABOJONEGORO.COM – Berada di wilayah ring satu Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (J-TB), Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, belum sepenuhnya beruntung. Masih banyak pemuda di sana yang masih menganggur, dan  bekerja di luar daerah.

Proyek migas hanya berlangsung sesaat sesuai kontrak pekerjaan. Sehingga dibutuhkan strategi mengelola sumber daya lokal agar dapat menumbuhkan usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga.

Fenomena inilah yang ditangkap pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup), Soehadi Moeljono dan Mitroatin, untuk menyiapkan konsep program pengembangan keterampilan soft skill berbasis Teknologi Informasi (TI), dan sumber daya lokal secara gratis bagi warga desa yang belum bekerja.

Melalui program ini, warga bisa memanfaatkan potensi sumber daya lokal di desanya dengan keterampilan yang dimiliki. Sehingga mereka bisa menciptakan usaha baru dan membuka peluang kerja.

Menurut Ketua Karang Taruna Desa Ngasem, Munawar Kholil, sangat banyak potensi sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha bagi warga, terutama pemuda setempat yang belum bekerja.

Salah satu tanaman singkong yang bisa diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Hanya saja, banyak yang tidak bisa memaksimalkan potensi tersebut karena terbentur keterampilan dan modal.

“Dulu ada pelatihan dari operator Jambaran-Tiung Biru, Pertamina EP Cepu, tapi cuma sekali dan sepertinya belum ada perkembangan sampai saat ini,” kata dia kepada wartawan, Selasa (10/4/2018).

Karena itu dibutuh pelatihan lanjutan, dan bantuan modal agar para pemuda bisa memaksimalkan sumberdaya yang ada. Terlebih dengan dukungan TI yang sekarang ini menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan dunia usaha melalui online.

“Saya setuju sekali kalau ada pelatihan TI-nya juga untuk mendukung usaha di sini,” tandasnya.

Dia berharap, Pemkab Bojonegoro kedepan serius memberikan pelatihan bagi para pemuda di Desa Ngasem supaya bisa menciptakan peluang pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran.

Terpisah, Durmuji (30), pemuda asal Desa Lengkong, Kecamatan Balen, mengungkapkan, di desanya memiliki potensi di bidang perikanan. Banyak lahan atau halaman rumah warga yang luas dan dimanfaatkan menjadi kolam ikan.

“Kalau ada pelatihan pengembangbiakan jenis ikan air tawar, saya yakin desa ini pasti berkembang,” tukasnya.

Selama ini, belum ada pelatihan apapun untuk para pemuda setempat dalam mengembangkan bakat atau keterampilam yang dimiliki. Oleh sebab itu, butuh rangsangan dari Pemkab kedepan supaya ada yang memulai.

“Kalau ada yang memulai kan pasti lainnya ikut-ikutan,” ujar pria yang gemar memancing ini.

Dia sendiri, mengaku pernah mencoba membuat kolam lele, namun tidak berhasil karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Sehingga, dengan adanya wacana program pelatihan berbasis sumberdaya lokal dan TI, sangat setuju sekali.

“Wah, kalau itu dimusyawarahkan dan benar-benar diwujudkan, para pemuda pasti mandiri. Karena dari budidaya ikan ini bisa dikembangkan ke olahannya,” imbuhnya.

Dia berharap, bupati terpilih mendatang menunjuk salah satu instansi terkait untuk serius menjalankan program tersebut, supaya pemuda di Bojonegoro bisa maju dan berdaya saing di dunia usaha.

“Sangat berharap itu bisa terwujud,” pungkasnya.

Dimintai tanggapannya, Cabup Soehadi Moeljono, menyatakan, kedepan telah menyiapkan program pemberian keterampilan dan TI untuk memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Melalui program ini, warga akan diberi keterampilan sesuai kebutuhan agar dapat memaksimalkan potensi sumber daya lokal yang dimiliki masing-masing desa. Sehingga menumbuhkan usaha yang bisa menambah nilai ekonomi dan mengurangi pengangguran.

“Kita juga akan mempermudah akses permodalan dan pasar agar usaha itu bisa berkembang,” tegas mantan Sekda Bojonegoro yang sudah 32 tahun mengabdikan diri di Pemkab Bojonegoro ini. (*/red)