Didatangi Eks Peserta Perades Kalirejo, Komisi A dan DPMPD Akan Kumpulkan Semua Pihak

oleh -421 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Kedatangan puluhan peserta seleksi Perangkat Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro mendatangi Komisi A-DPRD Bojonegoro, yang menyampaikan sikap kecewa dan menginginkan adanya transparansi hasil pelaksanaan seleksi yang menggandeng pihak ketiga dari Universitas Airlangga Surabaya pada Kamis 15 Oktober 2020 lalu.

Mereka Menyampaikan 20 proses pelaksanaan yang dianggap tak transparan, mereka berharap ada kejelasan mekanisme dan proses yang fair dari hasil seleksi Perangkat Desa ini.

Ketua Komisi A, DPRD Bojonegoro, Lasmiran yang memimpin pertemuan berharap apa yang menjadi keinginan peserta dapat dipecahkan bersama oleh stakeholder terkait.

Komisi A akan melakukan kroscek ke semua pihak untuk memperoleh kebenaran apa yang disampaikan eks peserta Seleksi Ujian
perades Kalirejo tersebut.

“Agar semuanya jelas sehingga tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, bahkan merambat ke desa lain, ini akan jadi bahan pertimbangan instansi terkait dalam pengambilan keputusan nanti” harap Ketua Komisi A.

Sementara Mahmudin selaku Kepala DPMD Bojonegoro yang juga ke lokasi pelaksanaan menyampaikan bahwa ada ketidaksamaan infrastruktur jaringan komputer yang digunakan.

Berita Terkait: https://suarabojonegoro.com/news/2020/10/19/wadul-dewan-eks-peserta-seleksi-perades-kalirejo-sampaikan-dugaan-kecurangan

“Untuk sampai ke ranah teknis kita akan klarifikasi dengan pihak panitia,” tutur Mahmudin.

Seperti berita sebelumnya, proses ujian yang menggandeng Universitas Airlangga Surabaya berlangsung penuh kontroversi, mulai pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang molor hingga setengah hari karena kendala teknis ketidaksesuaian aplikasi komputer jaringan, pengurangan jumlah materi soal dari 100 tinggal 50 soal, kendala server yang byar-pet bahkan komputer yang sering mati hingga ada nilai peserta yang tak terrecord dalam sistem.

Bahkan ada pengulangan test yang tak dilakukan oleh peserta karena sudah mengaku kecewa. “Saya juga dilokasi tes saat itu, memang molor, karena kendala teknis,” Pungkas Mahmuddin. (SAS*)