Wadul Dewan, Eks Peserta Seleksi Perades Kalirejo Sampaikan Dugaan Kecurangan

oleh -695 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Buntut persoalan seleksi perangkat Desa Kalirejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan semrawut dan ruwet serta menuai persoalan akibat pelaksanaanya yang molor, soal tidak sesuai ketentuan, serta para peserta yang mencium aroma kecurigaan dugaan kecurangan karena nilai yang tidak sama antara di komputer dan hasil yang diumumkan akhirnya membuat puluhan peserta Seleksi Perades Kalirejo ini wadul dan mengadukan kejadian tersebut ke Komisi A DPRD Bojonegoro.

Disampaikan dihadapan Ketua Komisi A DPRD Lasmiran dan Kepala Dinas PMD Pemkab Bojonegoro perwakilan Peserta Tes yang kecewa atas pelaksanaan Seleksi Perades ini menyampaikan juga bahwa Pihak Ketiga yaitu tim dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dianggap tidak profesional karena datang tidak tepat waktu, dan pelaksanaan molor, ditambah lagi dengan adanya kesalahan teknik atau eror beberapa kali saat peserta tes seleksi Perades sedang mengerjakan soal.

“Dari semua mekanisme sudah tidak sesuai dengan penjelasan diawal, dan sejak awal.pelaksanaan tes sudah ruwet, masa harus diteruskam hingga akhir,” Kata Nurlila mewakili peserta yang lain, Saat di Kantor DPRD Bojonegoro, Senin (18/10/2020).

Ada sebanyak 18 item persoalan yang disampaikan ke pihak DPRD Bojonegoro dan harus ada ketegasan yang jelas dari DPRD Bojonegoro terkait pengaduan para eks peserta Perades Kalirejo tersebut, karena menurut eks peserta ini jelas jelas mengandung persoalan dari awal.

“Kami menilai ada ketidaktransparanan yang dilakukan entak oleh pihak siapa, sehingga disini kami menuntut kebenaran dan keadilan dari pelaksanaan Seleksi Perades tersebut,” Tambah Nurlila.

Menurut Eks Peserta yang lain, mulai keterlambatan pihak ketiga, molornya waktu, ketidaksiapan pihak ketiga, pihak ketiga yang tak memahami aplikasi, proses seleksi, penentuan waktu, hingga lembar hasil test yang tanpa legalitas disampaikan dengan jelas dan gamblang dianggap tak transparan dan diduga terjadi kecurangan-kecurangan. Dirinya menganggap apa yang dilakukan pihak ketiga sama sekali tidak berdasar, mencari alasan dan mengada-ada.

Bahkan ada salah satu peserta yang smaa sekali tidak pernah diberitahu ketika akan ada pelaksanaan Tes Seleksi Perades Kalirejo di MAN 1 Bojonegoro, pada kamis (15 Oktober 2020) lalu, dan dirinya mendapatkan informasi pada hari itu pada pukul 11.00 wib, hal ini juga dianggap keterbukaan dan transparasi panitia juga patut di pertanyakan. (SAS/Red)