Pasar Kota Dinyatakan Steril Pasca Rapid Tes, Supermarket di Bojonegoro Kapan?

oleh -776 views

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraaBojonegoro.com – Pasar Tradisional Kota Bojonegoro mulai dibuka sejak beberapa waktu lalu setelah pedagang pasar dilakukan Rapid tes dengan hasil ada yang reaktif kemudian dilakukan isolasi di Rumah Isolasi serta ada yang Terpapar Positif dari hasil swab yang dikirim ke laboratorium, kemudian dilakukan perawatan sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid 19.

Namun berbeda di Titik titik Toko Modern atau Supermarket yang saat ini mulai ramai di kunjungi banyak orang untuk berbelanja menjelang lebaran hari raya Idul Fitri, bahkan di tempat ini belum diadakan rapid tes terhadap karyawan atau pengunjung, dan didalam supermarket di beberapa titik ini sudah terlihat tidak ada jarak atau Physical Diatancing.

Hal tersebut juga menjadi polemik dimasyarakat, dan menjadi pertanyaan sebagaian masyarakat kenapa tidak dilakukan rapid tes di supermarket yang ada di Bojonegoro yang juga banyak orang?, “Kenapa hanya pasar tradisional di supermarket juga banyak orang kenapa kog tidak,” Kata Salah satu pedagang pasar pakaian di Pasar Kota Bojonegoro, Minggu (17/5/2020).

Dari pantuan media suaraBojonegoro.com, tampak warga berdekatan dan juga tidak ada jaga jarak didalam salah satu supermarket besar di jalan Veteran, bahkan hal tersebut terjadi sejak kemarin. Lokasi parkir hari inipun tampak penuh kendaraan pengunjung.

Humas Gugus Covid 19 Pemkab Bojonegoro, Masirin ketika ditanya awak media ini menjelaskan, bahwa itu adalah ranahnya dinkes, dan tergantung pada alat Rapid tesnya apakah ada atau tidak.

“Itu pelaksana rapid tes adalah dinkes dan kegiatan rapud tes ini tergantung alatnya masih ada atau tidak untuk rapid tes,” Kata Masirin yang juga menjabat sebagai Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ani Pudjaningrum menyampaikan bahwa Semua titik titik yang berpotensi sebagai sumber penularan atau sebaran Covid 19 akan diacak dan dilakukan Rapid Tes.

“Akan kita acak rapid tes namun masih menunggu alatnya jika sudah tersedia,” jelas Anie Pudjaningrum. (Sas*)