Pupuk Bersubsidi di Trucuk Berkurang, Camat Lakukan Monitor Pengendalian

oleh -102 views

Reporter : Sasmito

SuaraBojonegoro.com – Guna mengantisipasi adanya persolan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, yang biasanya muncul dimasyarakat diantarabya adalah soal Harga yang melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) dan Kelangkaan atau kesulitannya warha mendapatkan pupuk bersubsidi, Camat Trucuk melakukan koordinasi dengan pelaku peredaran Pupuk bersubsidi di Kecamatan Trucuk, Sabtu (01/02/2020).

Dengan menggelar pertemuan yang dihadiri Distributor pupuk, agen kios, Koordinator Penyuluh Pertanian dan PPL di  salah satu kediaman pemilik kios penyalur pupuk bersubsidi, Priyadi di Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Camat Trucuk memastikan agar dimasa tanam awal ini tidak ada permasalahan soal pupuk.

“Kami sengaja melakukan koordinasi dengan pelaku  distributor, dan 11 kios resmi penyalur pupuk bersubsidi yang ada diwilayah Kecamatan Trucuk untuk mendapatkan informasi terkait Ketersediaan pupuk bersubsidi yang awal tahun ini sangat berkurang di Kecamatan Trucuk khususnya dan Kabupaten Bojonegoro umumnya” Kata Heru.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Humas Pemkab Bojonegoro ini memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi yang awal tahun ini berkurang harus sampai ke kelompok kelompok tani, dan sampai ke tangan petani petani di wilayah Trucuk.

Heru juga menyampaikan dengan adanya masalah berkurangnya pupuk bersubsidi ini, bagiamana cara sosialisasi kepada petani, dan agar masalah ini dapat dipahami dan dimengerti oleh petani sehingga ada langkah langkah yang lain dari petani misal dengan pengalihan ke  pupuk organik atau pupuk non subsidi.

“Harapan kedepan jika ada informasi penambahan pupuk bersubsidi segera pihak pihak terkait untuk melakukan koordinasi dengan pihak dinas pertanian,” Pungkas Heru.

Sementara itu Koordinator Penyuluh  Pertanian Kecamatan Trucuk Murawi, mengatakan bahwa alokasi jatah pupuk bersubsidi kecamatan Trucuk berkurang hingga hampir 55 % dari tahun 2019 kita mendapatkan pupuk jenis urea 1.682 ton dan tahun 2020 ini hanya mendapat urea 751 ton, dan bersama PPL akan terus memonitor distribusi pupuk bersubsidi ini sampai ketangan petani.

Sementara itu Novan selaku Distributor penyalur pupuk ke kios kios resmi mengatakan akan selalu melakukan koordinasi dengan pihak pihak pertanian kecamatan akan ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah kecamatan trucuk. (Sas/Red/lis)