Nasuka : Saya Tidak Bernafsu Menjadi Pimpinan

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Terkait dengan pengunduran diri Nasuka, dari kandidat calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggantikan Mitroatin yang sebelumnya mengundurkan diri sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro, untuk mendampingi Soehadi Moelyono maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Rabu (01/08/18).

Saat ditemui di ruang Komisi D, DPRD Kabupaten Bojonegoro, Nasuka menuturkan bahwa pengunduran dirinya sebagai calon Ketua tidak ada interfensi atau tekanan dari pihak manapun. Bahkan dirinya sudah melayangkan suarat pengunduran diri ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar sejak 26 Februari 2018 yang lalu.

“Tidak ada interfensi dari manapun, saya sudah mwngajukan surat pengunduran diri (calon ketua DPRD.red) sejak 26 Februari,” katanya.

Kepada suarabojonegoro.com, ini dirinya menegaskan bahwa tidak ada alasan apapun terkait dengan pengunduran dirinya. Dirinya hanya ingin fokus pada ibadah dan fokus pada keluarga.

“Jangankan melobi, saya dikasih langsung saja tidak mau. Sejak dulu memang saya tidak berminat, saya tidak ingin macam-macam,” ujarnya.

Saat disinggung terkait dengan dua calon Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, yakni Wahyuni Susilo Wati dan Sigit Kusharianto. Dirinya menyatakan bahwa ke duanya mempunyai peluang untuk menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro.

“Kalau peluang semua sama-sama punya peluang terserah DPP siapa. Silahkan yang punya napsu-napsu itu. Saya ngak napsu kok, pokoknya saya fokus keluarga fokus ibadah,” tegasnya.

Selain itu Nasuka, menyatakan jika dirinya tidak punya kriteria, atau menjagokan salah satu dari dua kandidat tersebut. Bahkan dirinya enggan berkomentar.

“Saya tidak akan menilai orang hari ini. Karena saya ngomong apapun hari ini akan salah. Karena kebijakan-kebijakan apapun saya tidak kearah situ,” ungkapnya.

Dari tujuh anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, dari Fraksi Golkar, lanjut Nasuka, sangat layak menjadi pimpinan Ketua. Hal tersebut dikarenakan semua anggota DPRD mempunyai hak yang sama semua.

“Jangankan 2 semua 7 diusulkan itu layak, kalau saya menjadi pimpinan kalau tidak bisa melebihi kakak saya buat apa,” pungkasnya.

Reporer : Bima Rahmat