Pemegang KTP Bojonegoro Bakal Gratis Berobat

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Program pengobatan gratis untuk pelayanan kesehatan mulai Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas III dengan cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang digagas Calon Bupati (Cabup) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, mendapat apresiasi warga.

Program KTP Sehat ini dinilai lebih efektif karena masyarakat tidak susah-susah mengurus surat menyurat mulai tingkat RT, desa, Puskesmas, kecamatan hingga kabupaten.

“Kalau ada program seperti itu ya malah bagus. Warga tidak ribet untuk bisa mendapat pelayanan di rumah sakit daerah,” ujar Mohammad Faizin (30), Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, kepada wartawan, Jumat (09/03/18).

Menurut Faizin, selama ini pengobatan gratis yang diberikan Pemkab Bojonegoro, untuk kelas III mulai fasilitas kesehatan tingkat dasar hingga RSUD belum maksimal. Meskipun telah memegang Kartu BPJS Kesehatan, dirinya harus tetap mengeluarkan biaya saat istrinya melahirkan anak pertama di RSUD Sosodoro Djatikusumo pada dua tahun lalu.

“Alasan yang diberikan, anak saya belum ditanggung BPJS Kesehatan. Saya marah karena kata pegawai BPJS Kesehatan dulu, waktu anak di kandungan usia delapan bulan sudah bisa didaftarkan, dan setelah lahir ikut gratis. Ternyata tidak,” ujarnya.

Selain ribet, menurut Faizin, pelayanan kesehatan bagi pemegang kartu Jamkesda maupun BPJS Kesehatan kelas III seperti dianaktirikan oleh RS. Ruangan yang ditempati berdesak-desakan, dan AC-nya tidak bisa maksimal.

Karena itu, Faizin berharap program KTP Sehat itu nantinya benar-benar diwujudkan. Melalui program itu diharapkan warga Bojonegoro memperoleh layanan kesehatan, mulai tingkat Puskesmas hingga RS.

“Kalau sistemnya ada Jamkesda tapi tetap suruh bayar dulu, itu ya tetap menyusahkan. Bayangkan, ada pasien miskin yang habisnya sampai jutaan, mereka harus cari talangan dulu sampai kartu Jamkesdanya jadi,” tandasnya.

Faizin berharap Bupati terpilih mendatang, bisa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD maupun RS swasta lainnya di Bojonegoro.

Senada dialami Edi Sujatmiko, warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander. Dia mengaku kapok menggunakan BPJS Kesehatan maupun Jamkesda saat akan mengoperasikan penyakit matanya.

Saat dirinya menggunakan BPJS Kesehatan, obat yang diterimanya sama dengan obat-obat lainnya yang kualitasnya kurang bagus. Sementara menggunakan Jamkesda, proses administrasinya lama.

“Jadi saya pilih biaya sendiri, obatnya bagus, pelayanan bagus, dokternya juga bagus. Kalau pakai jaminan kesehatan tidak akan seperti itu,” jelas pria berusia 45 tahun ini.

Edi menyambut baik adanya program pengobatan gratis yang hanya cukup menggunakan KTP. Program tersebut akan lebih memudahkan masyarakat Bojonegoro memperoleh layanan kesehatan.

“Pakai Jamkesda kan tetap bayar dulu, pengalaman yang dialami kerabat, teman, dan tetangga begitu semua,” pungkasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Cabup Bojonegoro, Soehadi Moeljono, menyatakan, program KTP Sehat bagi semua warga Bojonegoro telah dipersiapkan dengan matang. Artinya, KTP bisa menjadi penjaminan penyediaan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, mulai tingkat Puskesmas hingga RS kelas III secara gratis.

“Jadi nantinya warga cukup menggunakan KTP saja sudah bisa mendapat pelayanan kesehatan dengan baik,” tegas Pak Mul, sapaan akrab Soehadi Moeljono.

Program KTP Sehat ini, lanjut Pak Mul, didukung dengan peningkatkan pelayanan dan pengembangan fungsi dan peran Puskesmas, Puskesmas Pembantu, termasuk Puskesmas Rawat Inap, serta RSUD Bojonegoro untuk memberikan layanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.

“Kita akan tata bersama agar kualitas pelayanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat ini bisa sesuai harapan,” pungkas Cabup yang berpasangan dengan Kader Muslimat NU, Mitroatin. (yud/red)