Sepekan Air PDAM Mati, Warga Sumberrejo Bojonegoro Terpaksa Ada Yang Beli Air Galon

Reporter : Moch Arif

SuaraBojonegoro.com – Warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak mengalir selama sepekan. Kondisi tersebut membuat warga terpaksa mengeluarkan uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Air diperlukan warga untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan lainnya. Karena aliran PDAM tidak kunjung normal, sejumlah warga memilih membeli air kemasan galon.
Dalam sehari, setiap kepala keluarga membutuhkan sekitar tiga hingga lima galon. Air tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp2.000 per galon. Kondisi ini pun mulai dirasakan cukup memberatkan, terlebih jika gangguan berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga:  Akibat Elpiji, Warung Di Kecamatan Ngraho Ini Terbakar

Tidak hanya harus mengeluarkan biaya tambahan, warga juga sempat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air galon. Tingginya permintaan dari warga yang terdampak matinya aliran PDAM membuat mereka harus menunggu kiriman dari penjual.
Salah seorang warga, Samidi, berharap gangguan tersebut segera ditangani sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali normal.

“Sudah seminggu warga beberapa KK harus beli air galon sampai 5 galon perharinya, kalau lama lama yang berat,” kata Samidi, Jum’at (21/8/2026).

Warga meminta pihak PDAM Bojonegoro segera melakukan perbaikan apabila terdapat kerusakan pada jaringan maupun fasilitas penunjang distribusi air.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Buana Bojonegoro Khoirul Anwar membenarkan adanya gangguan aliran air. Ia menjelaskan, matinya aliran PDAM disebabkan kerusakan pada pompa air.

Baca Juga:  154 Kades Hari Ini di Lantik, Bupati Himbau Kelola Anggaran Dengan Transparan

“Ada pompa air PDAM yang rusak, tapi sudah dilakukan pembenahan,” kata Khoirul Anwar.

Dengan adanya perbaikan tersebut, warga berharap distribusi air PDAM di Desa Sumberrejo dapat segera kembali normal agar kebutuhan air rumah tangga tidak lagi harus dipenuhi dengan membeli air galon. (Rif/Red)