SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar sosialisasi agroforestri Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui program PAGAR JATI di Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (9/8/2026) pukul 08.00 WIB hingga selesai di lahan jati kosong RT 06 Desa Klempun. Program ini memperkenalkan pemanfaatan lahan di bawah tegakan pohon jati untuk membudidayakan jahe dan kunyit sehingga lahan dapat tetap produktif selama menunggu masa panen jati.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Ketua RT 06, serta anggota Karang Taruna Desa Klempun. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKN Kelompok 16, Anggra Alif Pratama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Adinda Nurlita Putri. Dalam sambutannya, Adinda menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kerja Agroforestri TOGA dengan penerapan sistem irigasi tetes yang memanfaatkan lahan di sela tegakan jati.
“Kegiatan hari ini merupakan program kerja Agroforestri TOGA dengan sistem irigasi tetes, yang diterapkan di sela tegakan jati di Hutan Klempun. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan pemanfaatan lahan di sela tegakan jati untuk budidaya tanaman TOGA dengan pemberian air yang lebih efisien melalui sistem irigasi tetes,” ujar Adinda Nurlita Putri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan masyarakat serta memberikan gambaran yang dapat dikembangkan, khususnya oleh Gapoktan dan Karang Taruna Desa Klempun.
Memasuki sesi sosialisasi, mahasiswa KKN memaparkan materi mengenai PAGAR JATI, yaitu program yang memanfaatkan celah lahan di bawah tegakan pohon jati untuk menanam jahe dan kunyit. Konsep tersebut menggabungkan tanaman jati yang memiliki pertumbuhan tinggi dengan tanaman jahe dan kunyit yang dapat dibudidayakan pada ruang di bawahnya. Melalui pola tersebut, lahan tidak dibiarkan menganggur selama menunggu masa panen jati, sekaligus dapat menghasilkan tanaman yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan sejumlah alasan pemilihan jahe dan kunyit sebagai tanaman pendamping dalam program tersebut. Keduanya dapat dipanen dalam waktu sekitar 8–10 bulan, sehingga memberikan hasil lebih cepat dibandingkan harus menunggu panen tanaman jati. Selain itu, penerapan agroforestri juga dapat mendukung kondisi lingkungan karena keberadaan tanaman membantu menjaga tanah, sementara sisa tanaman dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk alami. Konsep ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan lahan secara lebih produktif tanpa menghilangkan keberadaan tanaman jati.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai teknis budidaya TOGA, khususnya jahe dan kunyit. Mahasiswa memperkenalkan inovasi irigasi tetes sederhana dengan memanfaatkan galon air mineral bekas yang ditempatkan pada tatakan kayu. Bagian bawah galon dibuat lubang kecil sehingga air dapat menetes secara perlahan menuju tanaman dan membantu menjaga kelembapan tanah. Pemanfaatan galon bekas tersebut menjadi alternatif sederhana yang dapat membantu menghemat penggunaan air sekaligus menekan biaya, terutama ketika sumber air di lahan terbatas pada musim kemarau.
Melalui program PAGAR JATI, Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro berharap masyarakat Desa Klempun dapat melihat potensi pemanfaatan lahan di bawah tegakan jati melalui budidaya jahe dan kunyit. Penerapan irigasi tetes sederhana berbahan galon bekas juga diharapkan dapat menjadi solusi hemat air dan biaya yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta dan mahasiswa KKN Kelompok 16 sebagai dokumentasi pelaksanaan kegiatan. (Lis/Red)








