Soroti Kelangkaan Daging Sapi, PMII Bojonegoro Dorong Solusi Nyata

Reporter : Putut Sugiarto 

SuaraBojonegoro.com — PC PMII (Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam) Bojonegoro menyoroti kelangkaan sapi siap potong dan meningkatnya harga daging sapi di Kabupaten Bojonegoro yang mulai berdampak pada jagal, pedagang, hingga pelaku UMKM kuliner.

 

Sejak 20 Agustus 2026, Paguyuban Jagal Sapi Bojonegoro menghentikan aktivitas penjualan akibat sulitnya memperoleh sapi siap potong. Kondisi ini berpotensi mengganggu usaha yang bergantung pada daging sapi, seperti pedagang bakso, sate, warung makan, dan UMKM lainnya.

 

Mandataris Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, Anggun Sofia Ardila, mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah melakukan koordinasi dengan para pihak. Namun, menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan solusi yang konkret dan segera.

Baca Juga:  Aksi Mahasiswa PMII Bojonegoro, Tolak Ditemui Selain Bupati

 

“Kami mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tetapi masyarakat membutuhkan solusi nyata, terutama untuk memastikan ketersediaan sapi siap potong dan menjaga rantai pasok daging agar tidak semakin terganggu,” ujar Anggun, Jum’at (21/08/06).

 

Ia menegaskan bahwa PMII tidak ingin persoalan ini menjadi ruang untuk saling menyalahkan. PMII justru mendorong pemerintah dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mencari jalan keluar sebelum dampaknya semakin luas.

 

“Kami tidak berdiri untuk menyalahkan pemerintah. Kami berdiri bersama rakyat. Jangan sampai kelangkaan sapi hari ini berkembang menjadi berhentinya usaha dan menurunnya pendapatan masyarakat. Jangan tunggu efek dominonya meluas baru kita bertindak,” tegasnya.

 

PC PMII Bojonegoro secara khusus mendorong Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro untuk segera melakukan pemetaan ketersediaan sapi siap potong, distribusi sapi keluar daerah, kebutuhan daging masyarakat, serta hambatan dalam rantai pasok.

Baca Juga:  Susun Program Kerja, HMI Cabang Bojonegoro Gelar Rakercab 2024-2025

 

PMII juga mendorong langkah jangka pendek untuk menjaga ketersediaan daging, sekaligus strategi jangka panjang untuk memperkuat populasi dan tata niaga sapi di Bojonegoro.

 

PC PMII Bojonegoro siap mengawal persoalan ini dan membuka ruang dialog bersama pemerintah, peternak, jagal, pedaganh, supplier, serta pelaku UMKM agar solusi yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (Put/Lis)