Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Bakal kembali memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Emil Elestianto Dardak menyiapkan strategi baru dengan pendekatan yang lebih menyesuaikan karakter masing-masing daerah. Emil menyebutkan Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu daerah yang memiliki kekhususan dan tantangan tersendiri. Oleh sebab itu Kabupaten Bojonegoro tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Jawa Timur.
Statmen tersebut disampaikan oleh Emil saat pengembalian formulir pendaftarannya sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031. Lebih jauh Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut menegaskan bahwa strategi politik maupun program Partai perlu disusun degan mempertimbangkan kondisi wilayah masing-masing.
“Saya tidak bisa menyamakan Bojonegoro dengan Bondowoso. Surabaya juga punya kekhususan sendiri, punya tantangannya sendiri,” katanya.
Garis besar program partai, lanjutnya, memang dapat dibuat secara bersama-sama. Namun, pelaksanaan di masing-masing daerah harus diberikan ruang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan tegas Emil menyatakan penguatan peran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) apabila kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim.
Menurutnya, program yang dirancang DPD tidak harus seluruhnya dijalankan secara seragam. DPC perlu memiliki ruang untuk menjadi penggerak utama program sesuai karakter wilayah masing-masing.
“Saya ingin program DPD pun DPC lead di depan,” tegasnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar keberadaan Partai Demokrat tidak hanya terasa ketika memasuki momentum politik atau pemilu, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Emil menyebut sejumlah persoalan masyarakat, seperti layanan kesehatan maupun kekeringan, sebagai contoh persoalan yang membutuhkan kehadiran kader partai di tengah masyarakat.
Dari data yag dihumpun Emil resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Ia menyatakan keputusannya maju kembali telah melalui komunikasi dengan para Ketua DPC Demokrat se-Jawa Timur serta para senior partai.
Musda VII Partai Demokrat Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 untuk menentukan kepemimpinan DPD Demokrat Jatim periode 2026-2031. Emil juga menegaskan dukungannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia berharap seluruh kader Demokrat di Jawa Timur dapat menjaga soliditas serta bergerak bersama memperkuat pengabdian partai kepada masyarakat.
Bagi Bojonegoro, pernyataan Emil mengenai adanya kekhususan daerah menjadi perhatian tersendiri. Sebab, jika Emil kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, strategi politik untuk Bojonegoro berpeluang dirancang dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan daerah secara lebih spesifik. (Bim/red).








