SuaraBojonegoro.com — LPPM Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar ujian laporan hasil pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) Unigoro 2026, Jumat (21/8/26). Para peserta wajib memaparkan capaian hasil program kerja selama melakukan pengabdian di 21 titik lokasi kawasan hutan selatan Bojonegoro. LPPM Unigoro melibatkan pejabat struktural internal serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro sebagai penguji.
Ujian laporan hasil pelaksanaan KKN TK Unigoro 2026 digelar di empat lokasi. Ruang Adu Ide Rektorat Unigoro, Active Class Fakultas Sains dan Teknik, Active Class FISIP, serta Modern Class Fakultas Sains dan Teknik. Masing-masing kelompok diberi waktu satu jam untuk memaparkan realisasi program kerja. “Setiap kelompok akan diuji oleh dua penguji, ucap Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Si.
Secara umum, peserta KKN TK Unigoro 2026 telah memaparkan program kerja utama dan program kerja pendamping dengan baik. Namun, Laily mengingatkan kepada mahasiswa agar program kerja yang telah dilaksanakan memiliki keberlanjutan. Khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat kawasan hutan selatan Bojonegoro. “Sekaligus menghasilkan luaran yang berkualitas meliputi publikasi artikel ilmiah, HaKI, buku panduan, dan lainnya, imbuhnya.
KKN TK Unigoro 2026 telah dilaksanakan pada 14 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebanyak 696 mahasiswa melaksanakan pengabdian di 21 titik lokasi kawasan hutan selatan Kabupaten Bojonegoro. Serta 10 mahasiswa melaksanakan KKN Internasional Unigoro di Songkhla, Thailand. (din/lis)








