Antisipasi Kenaikan Harga, Satgas Pangan Bersama Bulog Sidak Pasar Kota Bojonegoro

Reporter : Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Satgas Pangan Polres Bojonegoro bersama Perum Bulog dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Kota Bojonegoro, menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Imlek.

 

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam satu pekan ke depan.

 

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, menyampaikan bahwa sidak ini merupakan survei awal untuk memantau perkembangan harga di tingkat pasar.

 

“Hari ini kita melakukan survei sekaligus sidak terkait harga-harga kebutuhan pokok. Ini satu minggu menjelang bulan puasa dan juga menjelang Imlek, di mana kebutuhan masyarakat pasti meningkat,” ujar Ferdian Darma Atmaja. Senin (9/2/2026)

 

Baca Juga:  Perum BULOG Bojonegoro dan DKP3 Tuban Gelar Gerakan Pangan Murah di Tambakboyo

Ferdian menjelaskan, selain masyarakat muslim yang akan memasuki Ramadan, terdapat pula sebagian masyarakat yang merayakan Imlek, sehingga kebutuhan bahan pokok dipastikan mengalami peningkatan.

 

Hasil monitoring di lapangan, ada sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir masih terpantau aman dan stabil. Namun demikian, terdapat beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga.

 

“Untuk hasil temuan hari ini, komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya bawang merah, telur, dan cabai rawit yang bahkan sudah menyentuh harga Rp80 ribu per kilogram. Selain itu, ayam potong juga mengalami kenaikan, dalam satu minggu terakhir naik sekitar Rp3.000 per kilogram,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, kegiatan monitoring ini tidak berhenti sampai di sini. Satgas Pangan, Bulog, dan TPID Kabupaten Bojonegoro akan terus melakukan pengecekan secara rutin, bahkan direncanakan bisa dilakukan hingga dua kali dalam sepekan sampai Lebaran.

Baca Juga:  Kapolres Bojonegoro Sidak ke Pasar, Tak Ada Kenaikan Harga Sembako

 

“Harapannya kita bisa mengantisipasi sejak awal agar tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu signifikan. Kalau pun ada kenaikan, semoga masih bisa kita kontrol,” tegasnya

 

Tim gabungan akan menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut, apakah terjadi di tingkat pengecer, distributor, atau bahkan sejak dari hulu hingga ke konsumen.

 

“Hari ini kita jadikan sebagai data awal. Selanjutnya akan kita kembangkan untuk melihat apakah kenaikan harga ini dipicu oleh permainan oknum tertentu atau memang murni karena hukum ekonomi, antara supply dan demand,” pungkasnya.

 

Dengan langkah ini, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bojonegoro tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah dan perayaan dengan tenang.(Rif/Red)