KKN-TK 03 Unigoro Panen Silase, Hibahkan Mesin Chopper untuk Dukung Ketahanan Pakan Ternak Desa Pejok

SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa KKN-TK 03 Universitas Bojonegoro (UNIGORO) kembali menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Pejok, Kecamatan Kedungadem. Setelah sukses menggelar pelatihan pembuatan silase bersama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, kini mereka memanen hasil fermentasi silase sekaligus menghibahkan mesin pencacah tebon jagung (chopper) kepada warga, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa program KKN tidak hanya berhenti pada tahap edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata untuk mendukung keberlanjutan sektor peternakan di desa.

Desa Pejok memiliki potensi besar di bidang pertanian dan peternakan. Melimpahnya tebon jagung saat musim kemarau selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal bahan tersebut dapat diolah menjadi silase, pakan ternak fermentasi yang mampu menjaga ketersediaan pakan saat hijauan sulit diperoleh.

Baca Juga:  KKNTK 09 Unigoro Resmikan Peta Wisata Desa Clebung Bersama Pemerintah Desa

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa bersama masyarakat membuka hasil fermentasi silase yang telah dibuat beberapa waktu sebelumnya. Proses pemanenan dipandu oleh Pak No, warga Desa Pejok yang telah berhasil menerapkan teknologi silase sebagai pakan ternak sehari-hari.

Di hadapan peserta, Pak No menjelaskan ciri-ciri silase yang berkualitas, mulai dari aroma, warna, hingga teksturnya. Ia juga membagikan pengalaman dalam proses penyimpanan dan pemberian silase kepada ternak agar hasilnya tetap optimal.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama proses pemanenan berlangsung. Mereka tidak hanya menyaksikan hasil fermentasi secara langsung, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dari peternak yang telah membuktikan manfaat silase dalam usahanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, KKN-TK 03 UNIGORO turut menyerahkan hibah mesin pencacah tebon jagung (chopper) kepada perwakilan masyarakat Desa Pejok. Mesin tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pencacahan tebon jagung sehingga bahan baku silase dapat dipersiapkan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN-TK 04 Universitas Bojonegoro Dampingi UMKM Desa Drenges Urus Sertifikasi Halal Produk

Keberadaan mesin pencacah menjadi langkah strategis untuk mendorong masyarakat memanfaatkan limbah pertanian menjadi pakan ternak bernilai ekonomis. Dengan demikian, peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pakan hijauan, terutama saat musim kemarau.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-TK 03 UNIGORO berharap inovasi pemanfaatan tebon jagung sebagai silase dapat terus diterapkan oleh masyarakat meski masa pengabdian telah berakhir. Selain membantu menjaga ketersediaan pakan ternak, program ini juga mampu meningkatkan nilai guna hasil samping pertanian jagung sekaligus mendukung produktivitas peternakan di Desa Pejok. (Red)