Ketua SH Winongo Cabang Bojonegoro Sesalkan Pidato Kiai yang Dinilai Singgung Pencak Silat, Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Video ceramah seorang kiai di Kecamatan Balen yang berisi pernyataan mengenai pencak silat menjadi perbincangan luas di kalangan masyarakat dan pesilat. Cuplikan ceramah tersebut viral di media sosial setelah dinilai menyinggung bahkan merendahkan keberadaan sejumlah ajaran perguruan pencak silat.

Dalam video yang beredar, penceramah mengimbau para orang tua agar tidak mengajarkan anak-anak mengikuti perguruan pencak silat dan lebih mengutamakan pendidikan ilmu dan akhlak. Potongan pernyataan itu kemudian memicu beragam respons dari warga, khususnya anggota berbagai perguruan silat di Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu pernyataan dalam Dalam vidio tersebut disebutkan oleh kiyai Muchlisin bahwa anak anak tidak perlu diajarkan pencak silat karena dianggap tidak penting, bahkan Kiyai yang diketahui bernama Muchlisin dari Kecamatan Balen dalam pidatonya tersebut yang diunggah di youtube dan menjadi viral juga menyebut nama nama beberapa perguruan silat tertentu.

Baca Juga:  IPSI Bojonegoro Gelar Kejurkab Pencak Silat

Menanggapi hal tersebut, Ketua Cabang PSHW (Persaudaraan Setia Hati Winongo) Tunas Muda Bojonegoro, Sasmito, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di kalangan pesilat karena dinilai tidak menggambarkan nilai-nilai yang diajarkan dalam pencak silat secara utuh.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan tersebut. Mungkin beliau belum memahami secara menyeluruh keilmuan yang diajarkan dalam pencak silat, sehingga muncul penyampaian yang akhirnya menimbulkan kegaduhan di kalangan anggota berbagai perguruan,” ujar Sasmito, Minggu (2/8/2026).

Sasmito menjelaskan bahwa pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan karakter yang selaras dengan ajaran agama. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan generasi muda.

Ia juga berharap para tokoh masyarakat maupun pendakwah dapat menyampaikan materi ceramah secara bijaksana dan berdasarkan pemahaman yang utuh, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang dapat menyinggung kelompok tertentu.

Baca Juga:  Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Bojonegoro Cup 2022 Resmi Dibuka

Lebih lanjut, Sasmito yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) menyampaikan bahwa berbagai perguruan pencak silat di Bojonegoro selama ini telah berkolaborasi melalui wadah BKP untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kerukunan antarperguruan, serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Banyak anak mengikuti pencak silat untuk meraih prestasi sekaligus membentuk karakter yang disiplin, tangguh, berakhlak baik, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Menurut informasi yang beredar, penceramah tersebut telah menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video. Meski demikian, Sasmito berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi agar suasana yang harmonis dan kondusif di Kabupaten Bojonegoro tetap terjaga.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati perbedaan pandangan serta mengedepankan dialog yang santun, sehingga persaudaraan dan kerukunan di tengah masyarakat Bojonegoro dapat terus terpelihara. (Why/Red)