SuaraBojonegoro.com – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan sejak usia dini. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Kelompok 09 Universitas Bojonegoro (Unigoro) yang menggelar edukasi pengelolaan sampah bagi siswa SDN Clebung 4. Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif untuk mengenalkan kepada siswa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus membangun kebiasaan memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus yakni pengenalan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Para siswa diajak memahami bahwa tidak semua sampah dapat diperlakukan dengan cara yang sama.
Salah satu mahasiswa KKNTK 09 menjelaskan, selama ini masih banyak masyarakat yang hanya mengenal sampah organik dan anorganik. Padahal, terdapat pula sampah B3 yang membutuhkan penanganan khusus.
“Selama ini banyak yang mengira sampah hanya terdiri dari organik dan anorganik. Padahal, ada juga sampah B3 seperti baterai bekas, lampu rusak, dan obat kedaluwarsa yang memerlukan penanganan khusus,” jelasnya.
Menurutnya, sampah B3 tidak boleh dibuang sembarangan karena berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.
“Jika dibuang sembarangan, sampah tersebut dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Karena itu, penting bagi adik-adik untuk mengetahui cara memilah dan membuangnya dengan benar,” imbuhnya.
Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan secara teori. Edukasi juga dilakukan melalui sesi tanya jawab dan contoh langsung pengelompokan sampah berdasarkan jenisnya.
Suasana kegiatan pun berlangsung cukup meriah. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan mahasiswa.
Melalui kegiatan tersebut, KKNTK 09 Unigoro berharap pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Edukasi ini sekaligus menjadi langkah sederhana untuk membentuk kebiasaan positif sejak dini. Dengan mengenal jenis sampah dan mengetahui cara penanganannya, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Langkah kecil dari sekolah hari ini, diharapkan menjadi kebiasaan besar untuk menjaga lingkungan di masa depan. (Lis)








