Bangun Lembaga Pendidikan Di Wilayah Banyak Anak Putus Sekolah Terkendala Biaya

oleh -95 views

Reporter: Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Dengan semangat untuk pengentasan putus sekolah pada anak-anak di wilayah Dukuh Ngrowo Rejo, kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro, warga masyarakat berinisiatif membangun Taman Pendidikan Al-Qur’an. Kamis (12/09/19).

Ali Mutaqin, selaku tokoh masyarakat setempat mengungkapkan jika pembangunan TPQ tersebut merupakan hasil dari swadaya warga setempat. Pasalnya hampir lebih dari 50 persen anak-anak di Dukuh Ngrowo Rejo adalah anak-anak yang putus sekolah.

“Kurang lebih 50 persen anak-anak di Dukuh Ngrowo Rejo ini putus sekolah,” katanya.

Yang lebih memperihatinkan baginya adalah anak-anak saat ini berprofesi sebagai pengamen jalanan untuk menyambung hidup. Dirinya khawatir jika anak-anak di lingkungannya ini terpapar hal-hal negatif di jalanan.

“Walau bagaimanapun gugus anak-anak adalah belajar dan TPQ ini adalah salah satunya yang kami persiapkan untuk sarana belajar mengajar buat anak-anak,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan TPQ masih berjalan 70 persen dan terhambat maslah pembiayaan sedangkan untuk pengajar dirinya mengaku sudah mempersiapkan hal tersebut.

“Yang kurang tembok, atap, lantai dan kusen, kurang lebih tinggal 30 persen,” tambahnya.

Jika TPQ tersebut dapat berdiri dirinya merencanakan akan dipergunakan sarana belajar baik formal maupun non formal bagi anak-anak.

“Jadi kalau pagi-siang rencananya dibuat kegiatan belajar mengajar kejar paket dan sore nya dibuat mengaji anak-anak,” ucapnya.

Hal ini disampaikan oleh Budiono, salah satu tokoh masyarakat setempat. Dirinya menjelaskan bahwa selain mengentaskan putus sekolah pada anak, masyarakat Dukuh Ngrowo Rejo juga berinisiatif untuk menigkatkan taraf ekonomi masyarakatnya yakni dengan membuat kampung wisata kuliner yang memanfaatkan tambak ikan milik warga.

Diharapkan dengan meningkatnya ekonomi masyarakat nantinya para orang tua lebih dapat memperhatikan pendidikan pada anak-anaknya.

“Kalau ekonomi orang tua mapan diharapkan anak-anak dapat belajar dengan baik dan tidak hidup di jalanan,” tambahnya.

Meski saat ini masih dalam proses dan terkesan lamban dirinya tetap akan berusaha untuk mewujudkan cita-cita bagi masyarakat setempat agar menjadi lebih baik khususnya bagi anak-anak.

“Jangan sampai anak-anak kita terpapar hal-hal yang negatif terlebih terpapar obat-obatan yang terlarang. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak,” pungkasnya. (Bim/red).