Salah Input Data, DAK Rp 16 Miliar Tak dapat Dicairkan

oleh
Ilustrasi google.com

SUARABOJONEGORO.COM – Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 16 miliar tidak dapat dicairkan lantaran terdapat kesalahan teknis input data. Sehingga usulan tidak tercatat pada Aanggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“DAK tersebut, bakal diperuntukan pembangunan atau perbaikan gedung sekolah dasar,” kata Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi, Selasa (27/03/18).

Ia menyatakan, tidak cairnya DAK tersebut, berdampak pada pembangunan atau rehabilitasi gedung SD di Bojonegoro. Akibatnya, rehabilitasi tidak dapat dilakukan secara maksimal.

“Karena hanya mengandalkan DBH pendidikan yang jumlahnya minim,” ucapnya.

Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas tersebut, tidaklah mencukupi. Sally sapaannya, belum mengetahui siapa yang bertanggung jawab tidak cairnya DAK tersebut.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini, berharap kedepannya tidak terulang. Sebab, hal tersebut sangat merugikan.

“Kami meminta, agar anggaran yang ada benar-benar diberikan kepada sekalahan yang membutuhkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi, belum dapat dikonfirmasi wartawan suarabojonegoro.com. (bim/yud)

Reporter : Bima Rahmat

Editor : Wahyudi