Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Pertamina Patra Niaga menyatakan pasokan BBM subsidi jenis Biosolar di Kabupaten Bojonegoro dalam kondisi aman dan distribusi terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya sejumlah SPBU yang mengalami kekosongan stok solar hingga memasang papan informasi bertuliskan “Solar Habis” maupun “Solar Masih Dalam Perjalanan”.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU pada Senin (1/6/2026) dipicu meningkatnya aktivitas angkutan logistik, bus, kendaraan operasional lokal, serta pengangkutan hasil pertanian pasca libur panjang.
Menurutnya, Pertamina telah melakukan berbagai langkah percepatan distribusi dengan memprioritaskan pengiriman Biosolar ke SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi. Selain itu, mobil tangki juga terus dimonitor untuk memastikan kelancaran penyaluran.
“Pertamina memastikan distribusi Biosolar ke SPBU berjalan lancar dan melakukan mitigasi pengalihan konsumen ke SPBU alternatif apabila diperlukan,” ujar Ahad Rahedi.
Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ditemukan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (3/6/2026). Beberapa SPBU masih memasang papan pemberitahuan “Solar Habis” atau “Solar Masih Dalam Perjalanan”, menandakan stok Biosolar belum tersedia bagi konsumen.
Salah satunya terlihat di SPBU Kedungbondo, Kecamatan Balen, yang hingga siang hari masih belum mendapatkan pasokan solar. Kondisi serupa juga dikeluhkan para sopir angkutan barang yang harus berpindah-pindah SPBU untuk mencari BBM subsidi tersebut.
Fakta di lapangan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas distribusi yang disebut telah berjalan optimal. Di saat Pertamina menyebut pasokan Biosolar aman, sejumlah SPBU justru masih mengalami kekosongan stok yang berdampak pada aktivitas transportasi dan logistik masyarakat.
Akibat keterbatasan pasokan di beberapa titik, antrean kendaraan berat masih berpotensi terjadi dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU yang masih memiliki stok Biosolar. Masyarakat pun berharap distribusi yang dijanjikan dapat segera terealisasi agar kebutuhan BBM subsidi di Bojonegoro benar-benar terpenuhi. (Rif/Red)








