Kuliah Praktisi Kimia Unigoro: Mengenal Lebih Dekat GC-MS Industri

SuaraBojonegoro.com — Prodi kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Modern Class Fakultas Sain dan Teknik Unigoro, Senin (23/6/25). Kuliah praktisi kali ini menghadirkan Quality Ansurent PT. Wilmar Nabati Indonesia, Ahmad Virchansyah Ramadhan, S.Si. Untuk membahas tentang penggunaan GC-MS untuk dunia industri.

Di hadapan mahasiswa, Virchan, sapaan akrabnya, menjelaskan, GC-MS (Gas Chromatography — Mass Spectrometry) adalah teknik analisis instrumental gabungan antara kromatografi gas yang bertugas memisahkan campuran senyawa volatile dan spektometri massa. Teknik ini memiliki keunggulan sensivitas dan selektivitas tinggi. Karena mampu mengidentifikasi berbagai senyawa dalam sampel, mendeteksi senyawa dengan konsentrasi sangat rendah, sekaligus mampu menyediakan data secara kualitatif dan kuantitatif. “GC-MS umumnya digunakan di industri pangan, pertanian, dan petrokimia,” jelasnya.

Baca Juga:  PEMBUKAAN KKN-T UNIGORO KELOMPOK 4 DI DESA KENDUNG DISAMBUT PENUH ANTUSIAS

Teknik GC-MS kini digunakan dalam industri pengolahan sawit untuk mendeteksi senyawa karsinogenik MCPD (monochloropropanedlol) dan GE (glycidyl esters). Keduanya bisa terdeteksi dalam berbagai produk turunan minyak sawit. Termasuk gliserin yang digunakan dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. GC-MS tidak langsung menganalisis MCPD dan GE, karena senyawa tersebut perlu derivatisasi terlebih dahulu. “MCPD diubah menjadi turunan lebih volatil. Sedangkan GE harus dihidrolisis menjadi glycidol, lalu diubah lagi menjadi derivat agar dapat dianalisis GC-MS,” papar Virchan.

Teknik GC-MS sangat relevan diterapkan dalam dunia industri saat ini. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi internasional yang menetapkan batas maksimum untuk MCPD dan GE dalam minyak nabati maupun gliserin. Sekaligus untuk menjamin keamanan produk dan validasi mutu proses. (Lis/din)