Reporter: Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Nama Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bojonegoro, Sukur Priyanto, mencuat dalam bursa calon Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031.
Sukur disebut menjadi salah satu dari empat nama yang tengah masuk dalam penjajakan internal untuk mengisi posisi strategis tersebut. Bursa ini mengemuka menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur.
Selain Sukur Priyanto, tiga nama lain yang disebut menguat yakni Mugianto, Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim sekaligus anggota DPRD Trenggalek; Indra Widya, anggota DPRD Jawa Timur; serta Rasiyo, yang juga merupakan anggota DPRD Jawa Timur.
Posisi Sekretaris DPD Demokrat Jatim dinilai strategis, terutama di tengah kebutuhan partai untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan melakukan evaluasi terhadap perolehan suara maupun kursi legislatif pada Pemilu 2024.
Masuknya Sukur Priyanto dalam bursa tersebut menjadi perhatian tersendiri. Sebagai Ketua DPC Demokrat Bojonegoro, Sukur dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi partai di tingkat kabupaten. Namanya juga cukup diperhitungkan dalam dinamika internal Demokrat di kawasan Pantura Jawa Timur.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang membuat Sukur dipertimbangkan untuk mengisi posisi yang lebih strategis di tingkat provinsi.
Meski demikian, proses penentuan Sekretaris DPD Demokrat Jatim belum final. Komunikasi dan penjajakan terhadap sejumlah nama disebut masih berlangsung secara internal dan belum dilakukan secara terbuka.
Terlebih, penentuan Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) nantinya tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua DPD terpilih. Mekanisme tersebut akan dilakukan melalui tim formatur sesuai dengan aturan organisasi Partai Demokrat serta melibatkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur terpilih, Emil Elestianto Dardak, juga masih enggan berbicara terlalu jauh mengenai komposisi kepengurusan. Ia menegaskan seluruh tahapan Musda VII harus dilalui terlebih dahulu.
“Kalau soal struktur, saya rasa sekarang satu tahap demi satu tahap. Ini kita bicara Musda. Musda ini artinya kami ikuti dulu, nggak boleh disiki (didahului, red),” kata Emil.
Terkait komposisi KSB, Emil menyebut prosesnya akan mengikuti mekanisme formatur dan aturan organisasi.
“Adapun terkait KSB, itu formatur. Nanti formatur sudah ada aturan organisasinya dan DPP pun juga menjadi bagian dari proses tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, sumber internal Partai Demokrat menyebut DPP turut mencermati perkembangan serta peta kader di Jawa Timur sebelum menentukan komposisi kepengurusan periode mendatang.
“Jadi DPP ini juga ikut memantau kondisi dan perkembangan kader-kader di Jawa Timur,” ujar sumber tersebut.
Dengan munculnya nama Sukur Priyanto dalam bursa, perebutan posisi Sekretaris Demokrat Jatim diprediksi menjadi salah satu bagian menarik dalam proses penyusunan kepengurusan baru.
Apakah Ketua Demokrat Bojonegoro tersebut akan mendapatkan kepercayaan untuk naik ke struktur provinsi, atau justru salah satu dari tiga kandidat lainnya yang dipilih, masih harus menunggu hasil Musda VII dan keputusan tim formatur bersama DPP.
(Bim/red)








