Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Pekerjaan jalan rigid beton di Desa Prambatan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari Program Bantuan Khusus Keuangan Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, sebagian permukaan jalan yang baru selesai dicor ditemukan adanya keretakan. Sabtu (10/01/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Camat Balen, Biyanto, S.E., M.A.P., turut memberikan tanggapan atas persoalan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keretakan pada beton bisa disebabkan oleh proses pengeringan yang terlalu cepat, sehingga seharusnya dilakukan perawatan dengan prosedur yang benar.
“Retak itu bisa disebabkan oleh proses pengeringan yang terlalu cepat. Harusnya memang ditutup dengan plastik dan dibasahi air. Saya bukan orang teknis, monggo untuk minta komentar dari pejabat bidang jalan Dinas PU Bina Marga,” ujarnya.
Selain itu Biyanto menegaskan, setiap pekerjaan infrastruktur harus dilaksanakan sesuai prosedur teknis agar tidak menimbulkan permasalahan serupa, terutama pada tahapan pekerjaan berikutnya.
“Ya harusnya dilaksanakan sesuai prosedur yang benar, agar tidak terjadi lagi untuk pekerjaan yang tahap kedua,” tegasnya
Terkait dugaan penyebab keretakan, sebelumnya perwakilan Timlak Desa Prambatan, Ahmad Nurkhozin menyebut salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi cuaca saat proses pengecoran berlangsung. Namun demikian, untuk memastikan kualitas beton secara teknis, pihaknya belum melakukan uji laboratorium.
“Soal keretakan, faktor waktunya saat dituang kondisi hujan. Untuk kualitas, dari Timlak memang belum melakukan uji laboratorium,” ungkapnya. (Why/Red)








