Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro terus melakukan pemantauan terhadap distribusi LPG bersubsidi di wilayahnya. Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan dan Usaha Mikro, Yuri Nur Rahmawati, menyampaikan bahwa penyaluran LPG di Bojonegoro saat ini ditopang oleh empat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang tersebar di wilayah Medalem, Kapas, Padangan, dan Kalitidu.
Selain itu, terdapat sebanyak 27 agen LPG yang menyalurkan ke 1.428 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Bojonegoro. Jaringan ini menjadi ujung tombak distribusi LPG subsidi kepada masyarakat.
Untuk tahun 2026, Bojonegoro mendapatkan kuota LPG sebesar 38.797 metrik ton. Hingga periode Januari hingga Maret 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 10.260,66 metrik ton atau sekitar 26 persen dari total kuota yang tersedia.
Yuri menjelaskan, ketika terjadi kelangkaan LPG di lapangan, Dinas Perdagangan telah mengambil langkah dengan menyurati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mengajukan tambahan kuota. Dari pengajuan tersebut, Bojonegoro memperoleh tambahan sebanyak 3.874 metrik ton.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi Dinas Perdagangan terbatas pada pelaksanaan serta pengendalian distribusi barang-barang penting dan bersubsidi. Pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap dugaan penyelewengan distribusi LPG.
“Kalau terkait penindakan, itu bukan ranah kami. Kami hanya melakukan pengawasan dan pengendalian distribusi agar tetap sesuai ketentuan,” ujar Yuri Nur Rahmawati. Kamis (23/04/2026)
Dinas Perdagangan pun mengimbau seluruh agen dan pangkalan LPG agar mematuhi aturan distribusi yang berlaku, sehingga pasokan tetap terjaga dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak. (Rif/Red)








