Reporter : Bima Rahmat
SuaraBojonegoro.com – Daffa Ardian Pratama, bocah usia 9 tahun asal Desa Growok, Kecaatan Dander, Kabupaten Bojonegoro yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata pada anak umumnya, mendapatkan perhatian publik. Saat berkunjung di kediamannya, bocah yang duduk di bangku kelas Sekolah Dasar (SD) tersebut mampu mejelaskan serta mempraktekkan cara kerja berbagi perangkat elektronik dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami namun tetap ilmiah. Jumat (10/04/26).
Tidak hanya disitu yang mengagumkan pada Daffa adalah ia mampu memahami bagian-bagian Rudal Balistik beserta prinsip kerjanya secara teoritis. Hingga ilmu pengetahuan alam yang dikaitkannya pada kehidupan sehari hari. Salah satu ilmu alam yang dijelaskannya adalah struktur daun dan dihubungkannya dengan organ tubuh manusia sebuah pendekatan dalam dunia sains dikenal sebagai analogi biologis. Yakni suatu sitem dikatakan degan siste yang lain yang memiliki fungsi serupa.
Anak pasangan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana ini juga mampu menguraikan proses terbentuknya gunung da bernagai fenomena alam lainnya. Mendapati kelebihan pada anaknya tersebut, Andik Sujianto, secara mandiri berinisiatif mendatagi psikolog untuk mengetahui kecerdasan yang dimiliki anaknya. Dari hasil psikolog tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi apakah Daffa tergolong kategori anak di atas rata-rata, superior, gifted, atau mungkin jenius.
“Untuk hasil psikolog belum keluar,” katanya.
Andik yang berpofesi sebagi reparasi jok mobil ini menjelaskan bahwa dengan hasil psikolog nantinya dapat menjadi acuan cara penaganan baik itu pola pendidikan dan pola asuh yang tepat, sehingga nantinya Daffa dapat mngembangkn potensinya dengan maksimal. Sebagai ayah ia menyadari jika putranya sudah tidak dapat mngikuti pelajaran sekolah seperti anak pada umumnya.
“Maksut saya nanti hasil psikolog dapat saya jadikan acuan pola pendidikan yang tepat untuk Daffa,” ujarnya.
Sebagai orang tua, Andik mengaku jika selama ini dirinya bigung pada potensi yag dimiliki oleh anaknya apakah memang berbeda atau sama seperti anak seusianya. Pasalnya Daffa lebih suka tontonan edukatif, belajar tentang teknologi, sains dan fenomena alam dibandingkan tontonan hiburan.
“Semoga kedepannya ada jalan untuk Daffa dalam mengembangkan bakat dan minatnya,” pungkasnya. (Bim/red).








