Daffa Bocah Cerdas Teknologi Asal Bojonegoro Sudah Kritis Sejak Usia 2 Tahun

Reporter : Bima Rahmat 

 

SuaraBojonegoro.com – Mempunyai pengetahuan diatas rata-rata diusianya membuat Daffa Ardian Pratama, menjadi pusat perhatian publik. Diusianya yang baru 9 tahun, Daffa Ardian Pratama, mampu menguraikan berbagai ilmu pengetahuan baik ilmu sains, elektronika dan ilmu pengetahuan alam. Dari keterangan Andik Sujianto selaku ayahnya menjelaskan jika Daffa sudah mempunyai pertanyaan kritis sejak usia 2 tahun. Dengan berbekal menonton berbagai youtube dan membaca artikel, Daffa dapat memahami berbagai pengetahuan dan mendiskusikannya. Jumat (10/04/26).

 

“Awalnya saya cuek maklum masih anak-anak. Tapi lama kelamaan pertanyaan Daffa semakin serius,” katanya.

 

Mendapati kelebihan anaknya tersebut Andik Sujianto, memberikan ruang selebar-lebarnya buat Daffa untuk mengeksplor rasa penasaraannya tersebut. Dengan pendampingan oragtuanya Daffa, pengetahuan anak yang duduk dibagku kelas 3 Sekolah Dasar ini semakin mendalam. Daffa mampu mejelaskan berbagai fenomena alam, mekanisme Rudal Balistik, fungsi kinerja Iron Dome, Biologis dan lain-lain.

Baca Juga:  Unigoro Fasilitasi Dafa Si Bocah Genius Untuk Belajar Robotika

 

“Saya sendiri juga bigung karena saya sendiri nggak faham saat diajak diskusi sama anak saya,” ujarnya.

 

Untuk menjaga anaknya tersebut Andik Sujianto, selalu mendampingi anaknya saat sedang mengoperasikan komputer, Handphone dan Internet. Ia khawatir jika tidak ada pendampingan justru akan berdampak negatif bagi Daffa. Ia juga ingin anaknya tidak dapat bersosialis dan kehilangan masa bermainnya. Bahkan Daffa sering mengajak anak-anak sebayanya untuk bermain peragkat elektronik di rumahnya.

 

“Daffa juga bermain dengan anak-anak yang lain. Tapi terkadang Daffa asik dengan dunianya sendiri,” jelasnya.

 

Sedangkan dilingkup sekolah, Daffa asik degan dunianya, bahkan saat pelajaran Daffa sering meniggalkan kelas untuk ke perpustakaan atau bahkan mengotak atik motor milik gurunya. Jika ada peralatan elektronik milik sekolah yang rusak Daffa yang menservis.

 

“Tapi tetap didampingi sama guru,” tegasnya.

 

Untuk nilai akademisnya Daffa tidak jauh berbeda dengan anak-anak yang lain. Namun yag membedakan Daffa selalu merasa bosan jika megikuti pelajaran-pelajaran sekolah. Daffa lebih memilih kluar kelas baik diperpustakaan atau mengeksplor setiap sisi sekolah. Pihak sekolah tidak menutup mata jika Daffa memamang berbeda dengn anak seusianya. Puhak sekolah juga membuka ruang untuk Daffa agar dapat mengembagkan potensinya.

Baca Juga:  Tertarik Dengan Bocah Genius, Mitroatin Saksikan Langsung Daffa Saat Otak-Atik Komponen Elektronik

 

“Bahkan sama gurunya didampingi juga saat nonton youtube dan berdiskusi,” tegasnya.

 

Dari pernyataan Ayahnya Daffa, tidak suka bermain game atau nonton youtube hiburan. Saat ditanya Daffa megaku jika game tidak asik dan hanya membuang buang waktu. Daffa lebih tertarik pada elektronika terlebih sesuatu yang baru ia kenal dan tahu. Daffa bisa betah jika membahas ilmu pengetahuan dan megotak atik elektronik.

 

“Kalau diskusi tentang ilmu pengetahuan atau otak atik elektronik seharian juga betah,” pungkasnya. (Bim/red).