Bocah Kelas 3 SD Asal Dander-Bojonegoro Mampu Membuat Robot dan Alat Peledak

Reporter : Bima Rahmat 

 

SuaraBojonegoro.com – Daffa Ardian Pratama, anak asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro mendadak viral. Anak pertama pasagan Andik sujianto dan

Lusy ardiana ini mampu menjelaskan konsep teknologi yang cukup rumit dengan bahasa yang mudah dipahami. Tidak hanya teknologi anak yang duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar ini juga mampu menjelaskan sains dan berbagai perangkat elektronik. Rabu (08/04/26).

 

Sebagai orag tua Andik Sujianto, mengaku Daffa Ardian Pratama, sejak usia 2 tahun sudah memperlihatkan kemampuannya yang suka bertanya dan mepunyai pemikiran yang kritis kepada orang tuanya. Dengan bermodal Internet, Daffa mulai belajar secara otodidak dan selanjutnya didiskusikan dengan ayahnya.

 

“Daffa belajar dari internet, dipahami sendiri dipraktekan sendiri dan didiskusikan dengan ayahnya,” katanya.

 

Dengan kemampuannya tersebut Daffa tetap seperti anak-anak seusianya, namun yang membedakan Daffa dengan anak-anak pada umumnya adalah pemikirannya yag kritis dan rasa keingin tahuannya yang tinggi. Sehingga Daffa tidak begitu suka bermain dengan anak seusianya karena sudah tidak sefrekwensi. Anak seusianya yang suka bermain sedagkan Daffa sudah berfikir dan suka experimen dan menciptakan sesuatu.

Baca Juga:  DPD Partai Golkar Apresiasi Daffa Bocah Genius Asal Dander-Bojonegoro

 

“Jiwa sosialnya juga bagus. Cuma pemikirannya sudah tidak sefrekwensi dengan anak seusianya,” ujarnya.

 

Daffa yag merupakqn A

anak pertama dari 2 bersaudara ini, pernah menciptakan Dimer yakni semacam alat yang dipergunakan untuk mngatur kecepatan dinamo atau pengatur tegangan DC. Tidak hanya itu dari keteragan ayahnya, Daffa juga menciptakan Robot seperti sapu otomatis bahkan Daffa juga mampu membuat bahan peledak.

 

“Anaknya pernah buat bahan peledak,” tuturnya.

 

Sebagai orangtua Andik Sujianto, mngaku bigung untuk mngarahkan anaknya yang mmpunyai kemampuan yang melebihi anak-anak pada umumnya. Sampai saat ini Daffa mengaku bosan disekolah defan pelajaran-pelajaran yang dinilai mudah dan membosankan. Dari pengakuan ayahnya, saat ini Daffa benyak pihak yang ingin mengundang anaknya untuk menjadi narasumber. Dengan pertimbangan jarak yang jauh dan psikologi Daffa undangan tersebut untuk sementara ditolak.

Baca Juga:  Robotic Challenge 2026 di Unigoro, SMKN 2 Bojonegoro Borong Juara

 

“Sebenarnya Daffa mau-mau saja tapi saya mempetimbangkan jarak dan psikologis anak,” tuturnya.

 

Dirinya berharap ada perhatian, bimbingan dan arahan kepada anaknya. Denga bimbingan dan arahan tersebut diharapkan kedepannya dapat membanggakan Kabupaten Bojonegoro bahkan negara Indonesia.

 

“Mangkanya Daffa butuh supoort, arahan dan bimbingan agar bisa terarah dan dibimbing oleh orag yang tepat,” pungkasnya. (Bim/red).