Reporter : Moch Arifianto
SuaraBojonegoro.com – Rapat kerja bersama Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro digelar pada Rabu (4/3/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi pelaksanaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, menjelaskan, rapat evaluasi itu digelar, sebab ramainya sorotan publik terkait menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar dan sempat viral di media sosial. Dari hasil evaluasi, ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme dari Kepala SPPG dan ahli gizi sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam memastikan kualitas menu sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Kalau ada dapur bermasalah atau menu yang tidak sesuai standarisasi, maka Kepala SPPG dan ahli gizinya harus bertanggung jawab. Mereka adalah pintu keluar masuknya,” ujar Abdulloh Umar.
Ia berharap evaluasi ini menjadi momentum perbaikan menyeluruh sehingga program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan
Selain itu meminta juga kepada peran media untuk membantu meluruskan informasi dan menyampaikan fakta secara berimbang kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Bojonegoro, Erni Ernawati, menekankan agar pelaksanaan program SPPG tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang dan standar keamanan pangan.
Ia menjelaskan bahwa menu SPPG harus memenuhi empat komponen utama, yakni sumber karbohidrat sebagai makanan pokok, protein hewani seperti telur, ayam, atau ikan, protein nabati dari kacang-kacangan, serta buah dalam kondisi utuh dan segar.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan masa simpan makanan. Makanan basah idealnya dikonsumsi maksimal dalam 4 hingga 6 jam guna mencegah pertumbuhan bakteri. Buah yang sudah dipotong berisiko mengalami oksidasi dan lebih cepat rusak, sehingga lebih aman disajikan dalam kondisi utuh.
Secara keseluruhan, DPC Persagi Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk mendampingi serta memastikan SPPG di Kabupaten Bojonegoro berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan, sehingga benar-benar memberikan manfaat optimal bagi anak-anak. (Rif/Red)








