Dalam Sambutannya di Rapat Paripurna Istimewa, Ini Yang Disampaikan Bupati Setyo Wahono

Reporter : Waluyo Wahyu Utomo

SuaraBojonegoro.com – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan beberapa hal dalam Rapat paripurna istimewa di Gedung Paripurna DPRD Bojoengoro Jalan Veteran, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (0403/2024).

Untuk mewujudkan visi dan misi, program prioritas serta program 100 hari kerja, secara terkoordinasi saat ini telah dimulai penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang memadukan visi misi dan program prioritas atau unggulan dengan dokumen perencanaan yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025-2030, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 serta Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (PRKPD) 2025.

Beberapa isu strategis juga dipaparkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang saat ini masih menjadi tantangan dan permasalahan di Kabupaten Bojonegoro selama 5 tahun kedepan yakni Kabupaten Bojonegoro masih berada dengan jumlah penduduk miskin 143.250 jiwa, Kedua peluang kerja sesuai data BPS bulan Agustus tahun 2024 menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja Bojonegoro sebesar 73,86% dan tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar sebesar 4,42%, Ketiga adalah Stunting di Kabupaten Bojonegoro, menurut data survei kesejahteraan Indonesia (SKI) tahun 2023 masih sebesar 14,1%.

Baca Juga:  Serahkan SK Kenaikan Pangkat, Bupati Bojonegoro Minta OPD Buat Medsos Guna Angkat Kinerja Pemerintah

Kemudian yang keempat adalah kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) secara keseluruhan, kondisi indeks pembangunan manusia Bojonegoro yang baru mencapai 72,75%, namun demikian capaian IPM underformasi berada di bawah Provinsi Jawa Timur dan Nasional.

Kelima yakni Seni Budaya Lokal dimana kebudayaan lokal belum bisa menjadi kebanggaan dan meningkatkan daya tahan daerah, Keenam tentang transformasi ekonomi, kondisi perekonomian Bojonegoro yang saat ini masih didominasi oleh sektor Migas, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro dengan Migas sebesar 2,47% dan pertumbuhan ekonomi non Migas sebesar 5,17% pada tahun 2024.

Ketujuh tentang pemerataan pembangunan, meski sesuai data BPS menunjukkan tahun 2024 mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2023, Kedelapan yakni tentang lingkungan hidup di wilayah kabupaten Bojonegoro yang didominasi oleh wilayah hutan bencana. Kesembilan tentang perubahan iklim berdasarkan data BPBD di 15 kecamatan merupakan daerah rawan banjir Bengawan Solo dan 118 Desa 24 Kecamatan merupakan daerah yang rawan dengan kekeringan, dan tantangan yang Kesepuluh adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, indeks reformasi beroperasi Bojonegoro pada tahun 2024 sebesar 82,75 naik dibanding tahun 2023 sebesar 71,96.

Baca Juga:  Pengurugan Lapangan Glagah Wangi Diduga Melanggar, Komisi A Akan Panggil Semua Pihak Yang Terlibat

Terwujudnya Bojonegoro yang makmur dan membanggakan seperti yang diharapkan, maka terdapat 5 misi yang harus diwujudkan, Setyo Wahono dalam 5 tahun ke depan, akan melakukan beberapa hal seperti pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas unggul berbudaya berakhlak dan tak lupa bahagia yang kedua membangun perekonomian daerah yang produktif berkelanjutan dan berkeadilan, ketiga membangun lingkungan yang Lestari dan mengembangkan tradisi energi yang baru dan terbarukan yang keempat meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih melayani akuntabel partisipatif inklusif dan inovatif dan yang terakhir atu kelima memadukan kebudayaan dan kebudayaan daerah. (Red/why)