Kantor Pertanahan Bojonegoro Dapat Kunjungan Monev Kakanwil BPN Jatim

SuaraBojonegoro.com – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Timur, Dr. Asep Heri, S.H., M.H., QRMP., mengunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro, guna melaksanakan monitoring dan evaluasi, Selasa(17/6/2025).

Pada kunjungan tersebut, Dr. Asep Heri juga didampingi pejabat dari kantor wilayah BPN Jawa Timur. Disambut secara langsung, Kepala Kantor BPN Kabupaten Bojonegoro, Ir. Sigit Rachmawan Adhi, S.T., MM., QRMP., beserta pejabat pengawas Kasubbag, Kepala Seksi dan staf.

Pantauan media kabarpasti.com, turut hadir pada kegiatan itu, nampak perwakilan dari Kantor Kementerian Agama beserta jajaran Kantor Urusan Agama (KUA), perwakilan Pemkab Bojonegoro, perwakilan dari Unigoro, organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dan para Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Meski Penghubung Antar Kecamatan, Ruas Jalan Dua Desa di Wilayah Sukosewu Ini Terbengkelai Karena Status
Di awal, Ir. Sigit Rachmawan Adhi, ST, MM., menyampaikan selamat datang kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Jawa Timur di Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro.

Ia juga mengatakan, kunjungan Kakanwil BPN Jatim ini guna melaksanakan monitoring dan evaluasi, sekaligus menyampaikan target capaian kinerja yang harus dilakukan kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro di tahun 2025.

“Terimakasih atas kunjungan bapak Kakanwil BPN Jatim di kantor pertanahan Bojonegoro. Kami mohon arahan serta himbauan dan strategi dalam melaksanakan tugas agar bisa tercapai sesuai harapan bersama,” katanya.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Bojonegoro Teguhkan Komitmen Zona Integritas, Bidik WBK dan WBBM

“Semoga semua arahan yang disampaikan nanti, bisa kita tindaklanjuti dan lakukan, sehingga kantor BPN Bojonegoro bisa melaksanakan sesuai tupoksi,” harap Sigit Rachmawan Adhi.

Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim, Dr. Asep Heri ketika monitoring dan evaluasi di kantor Pertanahan Bojonegoro, Selasa, 17/6/25
Di tempat yang sama, Dr. Asep Heri, S.H., M.H., QRMP., selaku Kakanwil BPN Jawa Timur menyebutkan, bahwa target sertifikasi wakaf di Kabupaten Bojonegoro di tahun 2025 sebanyak 1.470. Namun, hingga bulan Juni baru dapat dikerjakan sebanyak 470, sehingga masih ada kekurangan sekira 900. “Kami mengimbau agar segera dikerjakan untuk mencapai target sertifikasi wakaf”.

“Bahkan untuk saat ini, wakaf itu juga bisa dilakukan oleh orang yang sudang meninggal dunia. Jadi kalau memang ada kekurangan, untuk 900 berkas sertifikasi wakaf ini bisa dilakukan kerjasama dengan perguruan tinggi,” sebutnya.

“Bagaimana nantinya staf di kantor BPN Bojonegoro dan juga mahasiswa yang berkerja sama bisa membantu membuatkan draft akta wakaf. Karena pekerjaan ini semuanya untuk umat,” terang Asep Heri.

“Kami minta untuk tugas yang masih kurang bisa dikerjakan/diselesaikan di bulan Juni ini,” pintanya secara tegas.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Bojonegoro Sampaikan Selamat, Harapkan Jatim Terus Bertumbuh di Usia ke-80!

Asep Heri juga mengimbau kepada semua organisasi, untuk segera merubah surat menjadi sertipikat wakaf.

Kakanwil BPN Jatim menuturkan, setelah ada akta wakaf, maka selanjutnya akan diterbitkan sertipikat. “Sebab, kalau sudah bersertipikat akan memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum”.

“Seluruh tempat ibadah yang ada di kabupaten Bojonegoro harus disertipikatkan untuk memberikan kepastian hukum maupun perlindungan hukum. Serta ibadahnya bisa menjadi tenang dan aman, karena tempat ibadahnya sudah mempunyai kekuatan hukum,” imbau Asep Heri.

“Oleh karena itu, kekurangan target 900 tanah wakaf, bisa diselesaikan dengan strategi sensus. Kami minta nanti bisa ikut berkantor di kantor BPN Bojonegoro,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya mengarahkan kepada seluruh Kakan BPN untuk meningkatkan kualitas layanan secara elektronik di kecamatan Kota/Kabupaten. “Karena, ini juga akan memperlancar kualitas layanan bagi PPAT. Untuk hal ini ditarget sampai dengan bulan September 2025”.

“Tunjukan kepada masyarakat bahwa layanan elektronik BPN, cepat, tepat, dan akurat. Tak perlu di semua kecamatan, cukup di satu kecamatan terlebih dahulu, tetapi mutu dan kualitasnya baik,” pungkas Asep Heri. (Lis/Red)