Genjot PAD Melalui Sektor Pariwisata

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Sejak tahun 2016, destinasi wisata di Kabupaten Bojonegoro mulai tersentuh. Diharapkan destinasi pariwisata tersebut dapat menigkatkan pendapatan daerah serta menigkatkan perekonomian masyarakat.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid. Ia mengatakan bahwa, untuk menigkatkan sektor pariwisata, pihaknya bekerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk kolaborasi dengan pelaku jasa wisata.

Beberapa kegiatan sudah mulai nampak. Muali 2016 lalu, jumlah destinasi wisata ada tiga. Yakni, di Kecamatan Dander, Waduk Pacal, Kayangan Api. Namun, sekarang sudah 21 sudah tumbuh serta banyak rintisan yang belum tersentuh.

“Artinya banyak masyarakat yang berupaya menjadikan potensi di Desanya,” katanya kepada SuaraBojonegoro.com, Rabu (24/7/2018).

Tahun 2017 lalu, jumlah pengunjung pariwisata mengalami peningkatan cukup drastis. Dengan pengelolaan 3 destinasi pariwisata di Kabupaten Bojonegoro, pihaknya mengaku dari tahun ke tahun mengalami penigkatan. Hal ini berdasarkan dari target 100 persen Dinas Pariwisata melebihi hingga 135 persen.

“Artinya wisata ini menjanjikan, di tahun 2016 kami ditarget Rp 340 juta sampai Rp 400 juta, tapi kami mampu hampir Rp 1 miliar. Selanjutnya kita ditarget Rp 1 miliar kita lampaui lagi Rp 1,2 miliar sekian,” katanya.

Dalam menigkatkan PAD tersebut, pihaknya melakukan banyak hal. Diantaranya, adalah bagaimana pengelolaan objek yang menghasilkan. Menjadi motor penggerak PAD atau Devisa. Selain itu, penanganan kebocoran di sejumlah objek wisata.

“Contohnya ada potensi parkir dan potensi lainnya yang dapat masuk PAD, lambat laun dapat ditangani. Contoh dulu belum di porporasi ke Dispenda sekarang di porporasi,” tuturnya.

Sedangkan, untuk tahun 2019 mendatang, pihaknya menargetkan ada Rp 1 juta wisatawan yang dapatang ke Kabupaten Bojonegoro.

“Target tahun ini sudah lampaui 600-700 ribu wisatawan, untuk tahun depan kita target 1 juta lebih wisatawan,” pungkasnya. (bim/yud)