SuaraBojonegoro.com | Tuban – Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban saat menggelar doa bersama dan tasyakuran dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Selasa (4/8/2026).
Tidak hanya diisi dengan doa bersama, kegiatan tersebut juga dimeriahkan berbagai lomba tradisional yang mengundang gelak tawa para peserta. Mulai dari lomba makan kerupuk, balap kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, tiup balon, hingga lomba berburu uang dengan wajah yang ditutup corong. Para anggota PWI tampak antusias mengikuti setiap perlombaan yang memperebutkan hadiah dengan total Rp2 juta.
Ketua PWI Kabupaten Tuban, Suwandi, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan bangsa Indonesia sekaligus momentum untuk memanjatkan doa bagi kemajuan negara, membaiknya kondisi ekonomi, serta meningkatnya kesejahteraan insan pers.
Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan tidak semata menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap berbagai tantangan yang tengah dihadapi, khususnya di sektor ekonomi dan industri media.
“Harapan kami ekonomi Indonesia semakin mapan. Dulu ada pos anggaran untuk media, mudah-mudahan roda ekonomi kembali berjalan dengan baik sehingga tidak terputus,” ujar Suwandi.
Ketua PWI Tuban dua periode itu juga menyoroti tantangan yang kini dihadapi industri media. Menurutnya, berbagai perusahaan media tengah mengalami tekanan yang berdampak pada efisiensi, bahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Karena itu, doa bersama menjadi ikhtiar agar lahir solusi bagi persoalan yang dihadapi bangsa maupun para jurnalis.
Selain itu, Suwandi berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tuban, TNI, dan Polri terus terjaga. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antarunsur pimpinan daerah akan melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap Bupati, Dandim, dan Kapolres Tuban terus akur dan membangun kolaborasi yang baik. Kalau semua bersinergi, tentu akan menghasilkan program-program yang baik untuk masyarakat,” katanya.
Ketua IKA Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban itu juga mendorong peningkatan keterbukaan informasi publik. Ia menilai masih ada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum maksimal menggandeng media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Masih ada OPD yang belum terbuka ketika memiliki kegiatan. Padahal peran wartawan sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mudah-mudahan doa bersama ini menjadi ikhtiar agar ke depan hubungan pemerintah dengan media semakin baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suwandi menegaskan bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif, edukatif, dan membangun. Karena itu, ia berharap seluruh pemangku kebijakan terus memberikan dukungan terhadap kerja-kerja jurnalistik, bukan justru memberikan stigma negatif kepada wartawan.
Menutup kegiatan, Suwandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWI yang telah berpartisipasi. Ia berharap tradisi doa bersama dan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon keberkahan bagi Indonesia dan dunia pers.
“Semoga kegiatan ini terus menjadi penguat solidaritas wartawan serta membawa harapan baru bagi kemajuan bangsa, kesejahteraan insan pers, dan perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia,” pungkasnya. (Red/Lis)








