Pemkab Bojonegoro Perkuat Program Gayatri Lewat Bimtek Budidaya Ayam Petelur untuk 4.400 KPM

Reporter : Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ayam Petelur bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Pendopo Kecamatan Trucuk, Jumat (24/7/2026).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Catur Rahayu, mengatakan, bimtek ini bertujuan meningkatkan keterampilan penerima manfaat agar mampu mengelola usaha ayam petelur secara mandiri dan berkelanjutan. Program Gayatri yang dimulai sejak 2025 telah menjangkau 5.400 KPM, sedangkan pada 2026 kembali menyasar 4.400 KPM.

Selain pembekalan teknis, peserta juga menerima bantuan berupa kandang, ayam petelur, pakan, dan vitamin. Materi pelatihan meliputi manajemen budidaya, kesehatan ternak, pengelolaan kandang dan limbah, kelembagaan kelompok peternak, hingga pencatatan produksi dan keuangan.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas di berbagai Sektor, PJ. Bupati Bojonegoro Lantik 152 Pejabat Fungsional

“Hasil penjualan telur diharapkan mampu menambah pendapatan keluarga sekaligus menjadi modal untuk mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan,” ujar Catur.

Pada tahap pertama, Bimtek Gayatri dilaksanakan di 11 lokasi dengan total 766 calon KPM. Khusus di Kecamatan Trucuk, kegiatan diikuti 80 peserta yang memenuhi kriteria sebagai masyarakat dalam DTSEN desil 1–5, berusia produktif, memiliki minat beternak, serta menyiapkan lokasi kandang.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa Program Gayatri merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ia juga menyampaikan berbagai program peningkatan layanan kesehatan yang telah dijalankan Pemkab Bojonegoro, seperti pembiayaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat, pengembangan layanan hemodialisis di RSUD, serta pembukaan layanan kemoterapi di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo mulai Agustus 2026.

Baca Juga:  Ada Himbauan Tak Lakukan Takbir Keliling di Bojonegoro, Ini Kerawanannya!

“Melalui program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan layanan kesehatan, kami ingin memastikan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro terus meningkat secara berkelanjutan,” tegas Nurul Azizah. (Rif/Red)