Diklatpim Diharapkan Bentuk Pemimpin Transformatif

oleh -
Reporter : Wahyudi

SuaraBojonegoro.com – Pembukaan Diklatpim Tk IV Angkatan  174 tahun 2018 Pola Kemitraan Badan Diklat Provinsi Jatim di Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan di Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Rabu (21/02/18).

Diklatpim IV diikuti sekitar 40 peserta. Dibuka Bupati Bojonegoro, Suyoto. Dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra, Asisten Administrasi umum, serta Kabid Diklat Kompetensi Manajerial Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jatim.

Dalam kegiatan itu, juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas. Serta penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Zainuddin, dalam laporannya menyampaikan, tujuan diklatpim untuk menuntut dan menciptakan sosok pemimpin yang transformatif. Dapat menjadi pemimpin berinterhritas dan mengayomi.

“Menjadikan pemimpin yang memiliki kecakapan berkomunikasi dan kerkolaborasi, serta bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, diharapkan bisa membangun tata pemerintahan yang baik. Diklatpim IV yang diikuti sebanyak 40 peserta ini, akan dilakukan selama 100 hari kerja. Mulai 21 Februari hingga 22 Juni 2018.

Kabid Diklat Kompetensi Manajerial Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jatim, Moch Sulluh, mengucapkan selamat dan sukses kepada pejabat eaelon IV yang akan mengikuti Diklatpim IV. Semoga peserta bisa mengikuti diklat dengan lancar dan baik.

Diklatpim merupakan salah satu bentuk pembangunan aparatur sipil negara. Diharapkan aparatur sipil negara bisa lebih inovatif dalam menjalankan tugas mengabdi kepada masyarakat dan negara.

“Serta bisa memberikan sumbangsih yang nyata serta layanan publik yang prima,” ujarnya.

Pemerintah mengadakan diklat, kata dia, untuk mendorong karya-karya inovatif dan memfasilitasi para peserta untuk menjadi pemimpin perubahan.

Ia menambahkan, syarat menjadi pemimpin ada dua. Pertama, mengelola hubungan, dan kedua mngelola diri sendiri. Menjadi seorang pemimpin tidak hanya berhubungan dengan staf, tetapi juga berhubungan dengan lingkungan luar.

“Kita adalah bagian dari sistem yang besar, bagaimana kita bisa di percaya dan saling percaya,” tuturnya.

Masalah rakyat adalah masalah pemerintah. Sehingga, lanjut dia, jika ada masalah pada rakyat harus menemukan solusi dan menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu, dalam berkolaborasi harus memiliki niat baik bersama, saling percaya dan menciptakan ruang partnership.

“Para peserta diklat harus bisa mengubah pola pikir dalam mengikuti diklatpim, sehingga nantinya bisa menjadi seorang pemimpin yang transformatif,” pungkas Suyoto. (lis/yud)

No More Posts Available.

No more pages to load.