SuaraBojonegoro.com – Inovasi pelayanan publik terus digencarkan oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bojonegoro. Guna memfasilitasi masyarakat yang memiliki kesibukan di hari kerja, Kantah Bojonegoro kembali mengoptimalkan program Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan (PELATARAN), Sabtu (10/01/2026).
Program ini menjadi jawaban bagi warga yang ingin mengurus administrasi pertanahan secara mandiri tanpa melalui kuasa, namun terkendala oleh waktu kerja formal dari Senin hingga Jumat.
Komitmen Pelayanan Tanpa Jeda
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bojonegoro, Sigit Rahmawan Adhi, menjelaskan bahwa program PELATARAN merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat Bojonegoro.
“Kami memahami bahwa banyak warga yang bekerja di hari biasa sehingga sulit meluangkan waktu ke kantor. Oleh karena itu, setiap Sabtu mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, loket kami tetap terbuka khusus bagi pemohon langsung tanpa kuasa,” ujar Sigit saat meninjau pelaksanaan layanan.
Sigit menambahkan bahwa melalui PELATARAN, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan strategis, di antaranya:
Konsultasi dan Pengaduan: Wadah bagi masyarakat untuk bertanya seputar regulasi pertanahan.
Informasi Pertanahan: Penjelasan detail mengenai status atau prosedur pengurusan tanah.
Layanan Pengambilan Sertipikat: Mempermudah warga mengambil dokumen yang telah selesai diproses.
Implementasi Nilai BerAKHLAK
Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa konsistensi layanan di hari Sabtu ini adalah wujud nyata penerapan nilai-nilai dasar ASN, yakni BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan terpercaya. Fokus kami adalah kepuasan masyarakat. Dengan datang langsung tanpa kuasa, masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi pertanahan secara langsung dari petugas kami,” imbuhnya.
Antusiasme Masyarakat
Pelaksanaan PELATARAN pada akhir pekan ini terpantau berjalan lancar dengan antrean yang tertib. Banyak warga yang mengapresiasi kebijakan ini karena merasa lebih nyaman dan memiliki waktu luang untuk berkonsultasi secara mendalam.
Dengan adanya PELATARAN, Kantah Bojonegoro berharap kualitas pelayanan publik di sektor pertanahan semakin meningkat, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi yang bersih dan melayani sepenuh hati. (Rif/Red)








