LPG 3 Kg Masih Langka di Bojonegoro, Warga Bergerilya Hingga Pelosok Desa

Reporter : Sasmito Anggoro

SuaraBojonegoro.com – Fenomena antrean panjang biasanya terjadi karena barangnya ada, namun terbatas. Namun, pemandangan berbeda justru terjadi di wilayah Bojonegoro. Bukan lagi antre, warga kini harus “bergerilya” mencari keberadaan tabung gas LPG 3 kg atau yang akrab disapa LPG Melon yang kian langka.

 

Kondisi ini terpantau melanda sejumlah titik mulai dari Kecamatan Balen, Kapas, hingga wilayah Bojonegoro Kota. Kelangkaan ini dirasakan kian mencekik di tengah persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

 

Berdasarkan investigasi lapangan di sekitar Pasar Tanjungharjo, terungkap bahwa pasokan gas di tingkat pengecer mengalami penurunan signifikan. Beberapa pedagang mengaku jatah kiriman mereka dipangkas hingga 50 persen.

 

“Suplai ke toko-toko dikurangi hampir separuh. Datangnya pun hanya 2 sampai 3 hari sekali. Alasannya, katanya biar dibagi rata ke toko lainnya,” ujar salah satu warga menirukan ucapan distributor.

Baca Juga:  Tim Waslakgiat Kodam V Brawijaya Kunjungi RTLH di Sukosewu

 

Dampak dari minimnya stok ini memicu dua masalah utama diantaranya soal Harga Tak Terkontrol Di tingkat pengecer yang masih memiliki stok, harga melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

 

Hal ini juga menyebabkan Operasional UMKM Terganggu, juga Para penjual makanan menjadi pihak yang paling terdampak. Kliwon, seorang penjual nasi goreng asal Trucuk, mengaku harus berputar-putar hingga ke pelosok desa tetangga demi mendapatkan satu tabung gas.

 

“Harus berburu sampai pelosok desa lain biar tetap bisa jualan, Mas,” keluhnya.

 

Kelangkaan ini menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat. Mengapa di saat kebutuhan sedang tinggi-tingginya menjelang Lebaran, distribusi justru tersendat? Warga berharap pihak terkait, baik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun Pertamina, segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menambah pasokan untuk menormalkan keadaan.

Baca Juga:  Warga Sukowati Keluhkan Bau Busuk Limbah Pabrik Pengelolaan Tembakau yang Diduga Dibuang Diselokan

Tanpa langkah cepat, perayaan hari kemenangan terancam dibayangi oleh dinginnya kompor warga akibat sulitnya mencari si tabung hijau.

Sebelumnya Pemkab Bojonegoro sudah berkirim surat kepada Pertamina untuk mendapatkan pasokan Ta ung gas LPG 3 Kilogram. Pihak Polres Bojonegoro pun juga menegaskan akan menindak jika ada pelanggaran yang menyebabkan kelangkaan tabung Gas LPG 3 Kilogram.

(Sas*)