Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian: Itu Hoaks, Jangan Percaya

Reporter : Moch Arifianto

SuaraBojonegoro.com – Masyarakat Kabupaten Bojonegoro diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Setya Permadi. Modus tersebut dilakukan dengan menggunakan nomor WhatsApp palsu untuk menghubungi masyarakat dan meminta uang, bantuan, hadiah, maupun informasi pribadi.

Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Setya Permadi menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang beredar dan mengatasnamakan dirinya tersebut bukan miliknya. Ia memastikan informasi yang disampaikan melalui nomor tersebut adalah hoaks dan merupakan upaya penipuan.

“Nomor WhatsApp yang beredar mengatasnamakan saya itu bukan nomor saya. Itu adalah hoaks yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Saya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya,” tegas AKBP Afrian.

Baca Juga:  Modus Akan Beli Motor, Pria Tak Dikenal Bawa Kabur Motor Warga Sukosewu

Kapolres menjelaskan, pelaku biasanya menghubungi korban melalui WhatsApp, telepon, SMS, maupun media sosial dengan berbagai alasan, seperti meminta transfer uang, bantuan, hadiah, hingga data pribadi. Menurutnya, masyarakat tidak boleh menuruti permintaan apa pun yang berasal dari nomor tersebut.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak mengirimkan uang, barang, maupun data pribadi kepada nomor yang mengaku sebagai saya. Jangan merespons atau menuruti permintaan apa pun karena itu merupakan modus penipuan,” ujarnya.

AKBP Afrian juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian apabila menerima pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya maupun pejabat Polri lainnya. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110 atau menghubungi layanan kepolisian terdekat.

Baca Juga:  Sudah Mendekam Di Penjara Polres Bojonegoro, Kades Ini Tertimpa Kasus Lagi Bersama 3 Orang Lainnya

“Jika menemukan atau menerima pesan seperti itu, segera laporkan kepada kami. Dengan kewaspadaan masyarakat, diharapkan aksi penipuan yang mencatut nama pejabat kepolisian dapat dicegah sehingga tidak ada lagi korban,” pungkasnya. (Rif/Sas)