Reporter : Waluyo Wahyu Utomo
SuaraBojonegoro.com – Pembangunan kios pasar di Desa Trembes, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, hingga kini belum dapat difungsikan meski telah menyerap anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Desa (DD). Kondisi tersebut menuai sorotan terutama terkait perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek yang diduga tidak optimal. Rabu (08/04/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun SuaraBojonegoro.com, pembangunan kios pasar tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp203 juta pada tahun 2024 dan Rp182 juta pada tahun 2025. Namun ironisnya, bangunan yang diharapkan menjadi penunjang aktivitas ekonomi warga justru diduga mangkrak dan belum bisa dimanfaatkan.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang memprihatinkan. Bagian atap terlihat rusak, sementara area sekitar tidak terawat. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait dugaan efektivitas penggunaan anggaran yang telah digelontorkan dalam dua tahap tersebut.
Camat Malo, Agus Saiful Aris, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihak kecamatan sebenarnya telah melakukan pemanggilan terhadap pemerintah desa guna klarifikasi terkait progres pembangunan kios pasar tersebut.
“Sudah saya ingatkan sudah saya panggil 2 x,” ujarnya
Camat menyebut bahwa berdasarkan penjelasan dari pemerintah desa, anggaran yang tersedia disebut telah habis digunakan sehingga pembangunan belum bisa dilanjutkan, dan rencananya akan dianggarkan kembali pada periode berikutnya
“Katanya dananya habis ini baru dianggarkan lagi pak sabar,” tambahnya
Sementara itu, Kepala Desa Trembes, M. Sukirno, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi oleh media ini terkait pembangunan kios pasar tersebut. (Why/Red)








