Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Cabang Kedungadem menggelar Apel Besar Milad Ke-106

SuaraBojonegoro.com – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Cabang Kedungadem menggelar Apel Besar Milad Ke-106 Kepanduan Hizbhul Wathan di Perguruan Muhammadiyah Tlogoagung Kedungadem Bojonegoro (19/12/2024)

Acara dimulai pukul 08.00 WIB diawali dengan gladi bersih kemudian dilanjutkan Apel yang dipimpin oleh Ramanda Suyuthi Ketua Kwarda HW Bojonegoro periode 2023-2028.

Pada kesempatan itu, Ramanda Suyuthi menyampaikan pidato Milad HW Ke-106 terkait sejarah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tanggal 20 Desember 1918. Beliau menyampaikan
” Selama pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan (1942-1950), kepanduan HW terpaksa tidak aktif karena di anggap orang jepang membahayakan selain itu HW berkembang pesat di seluruh tanah air.
Pada tahun 1950 Kepanduan HW diaktifkan kembali hingga tahun 1961 sedangkan Tahun. 1961, dengan adanya Kepres No. 238 Tahun 1961, semua pandu-pandu di Indonesia melebur menjadi “PRAMUKA” termasuk juga HW”, Panglima Besar Jenderal Soedirman merupakan salah satu tokoh penting dalam melawan penjajahan Belanda yang masa-masa mudanya selain bersekolah, Soedirman muda sudah aktif di organisasi Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sehingga HW telah melahirkan tokoh-tokoh pahlwawan Nasional, Pungkasnya.

Baca Juga:  MA NURUL MUTTAQIN WEDI GELAR WISUDA PURNA SISWA

Beliau juga mengatakan “Era reformasi telah mengubah pandangan dari sentralisasi menjadi desentralisasi, Oleh karena itu PP Muhammadiyah membangkitkan kembali HW pada tanggal 18 November 1999. Tahun 1999 dimulailah tahap sosialisasi HW kembali ke suluruh pimpinan-pimpinan Muhammadiyah baik di Tingkat Wilayah, Daerah, Cabang maupun Ranting.”Katanya. (Red/Lis)