SuaraBojonegoro.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Kelompok 10 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan survei awal di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Selasa (9/6/26). Survei tersebut menjadi langkah awal dalam memetakan potensi desa dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat sebagai dasar penyusunan program kerja KKNTK.
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama pemerintah desa, mayoritas masyarakat Desa Trenggulunan bekerja sebagai petani, pencari kayu, serta penggarap lahan Perhutani. Komoditas utama yang dihasilkan meliputi padi dan kacang-kacangan.
Selain potensi pertanian, tim KKNTK juga menemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian. Di antaranya praktik ilegal logging yang berdampak pada berkurangnya tegakan pohon jati, belum berkembangnya UMKM produksi secara berkelanjutan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Kepala Desa Trenggulunan H. Rohman, menyampaikan bahwa permasalahan lingkungan menjadi salah satu fokus yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Dengan adanya mahasiswa KKNTK, kami berharap dapat muncul edukasi serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Trenggulunan,” ujarnya.
Ketua Kelompok 10 KKNTK Unigoro, M. Hikmal Ramadhan, menjelaskan bahwa hasil survei akan menjadi dasar dalam merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program yang disiapkan akan berfokus pada pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, serta peningkatan kesadaran lingkungan.
“Melalui pemetaan potensi dan permasalahan desa ini, kami berharap program kerja yang dilaksanakan nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi Desa Trenggulunan secara berkelanjutan,” tuturnya. (Red/Lis)








