Reporter : Sasmito
SuaraBojonegoro.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2024 mencapai Rp 8,2 triliun. Namun, penyerapan APBD tersebut baru mencapai 79%. APBD Bojonegoro 2024 menempati posisi tertinggi kedua di Jawa Timur. Namun hal ini juga tidak terlalu baik bagi peningkatan pertumbuhan ekonominya, dan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2024 mengalami rangking paling belakang di pertumbuhan ekonominya.
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bojonegoro terungkap kembali dari data Sumber BPS tahun 2025 mendapatkan rangking paling belakang atau terendah pada saat paparan dari dari Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur saat kegiatan Musrenbang Provinsi Jawa Timur, Rabu (23/5/2025).
Sangat disayangkan dengan besarnya APBD Kabupaten Bojonegoro yang sangat tinggi akan tetapi belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Bojonegoro. Hal ini harus menjadi catatan khusus bagi Pemimpin Daerah yang sekarang menjabat baik eksekutif maupun legislatif dengan langkah dan gebrakan barunya.
“Sangat disayangkan, dan langkah langkah pemimpin daerah saat kemarin itu apa, kog tidak ada pertumbuhan ekonomi dan mendapatkan peringkat paling akhir,” Ujar Salah satu Warga Bojonegoro Yudianto.
Dengan Kondisi Demikian, sebagian masyarakat Bojonegoro sangat berharap Pemkab Bojonegoro dengan Kepimpinan Bupati Setyo Wahono dan Nurul Azizah, dengan langkah program ekonomi kemasyarakat mampu memajukan pertumbuhan ekonomi dimasyarakat, sehingga masyarakat secara mandiri kedepannya melalui program pemerintah mampu melakukan hal hal yang dapat meningkatkan perekonomian. (Sas*)








