Kursi Ketua DPRD Bojonegoro Masih Kosong

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Pasca Pilkada serentak 2018, ternyata kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojoengoro masih kosong. Partai Golkar yang memiliki kewenangan, tak kunjung menyelesaikan pengisian tersebut.

Sekretaris DPD Partai Golkar Bojonegoro Wahyuni Susilowati menuturkan, bahwa pihaknya hingga saat ini belum melakukan rapat pleno. Meski demikian, rapat pleno rencananya digelar pada minggu ini.

“Rencananya rapat pleno minggu ini. Hasilnya nanti akan dikirik ke DPW Jatim dan DPP,” katanya kepada SuaraBojonegoro.com, Rabu (4/7/2018).

Rapat pelon tersebut, lanjutnya, akan menentukan siapa nama yang akan direkomendasikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur. Ada tiga nama yang akan direkomendasikan ke DPW Jatim.

Tiga nama itu adalah Wahyuni Susilowati, Sigit Kushariyanto dan Nasuka. Susi, sapaannya menegaskan, tiga nama tersebut tidak berubah. Sehingga, setelah rapat pleno akan langsung dikirim ke DPW Jatim.

Kemudian, dari DPW Jatim akan diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta. “Jadi, DPP yang akan memutuskan siapa yang akan menduduki kursi Ketua DPRD Bojonegoro,” ucapnya.

Diketahui, jabatan DPRD Bojonegoro ksosong sebab Mitroatin mengundurkan diri untuk mengikuti Pemilihan Bupati Bojonegoro 2018. Awalnya, kekosongan jabatan itu diisi sebelum Pilbup. Namun, kenyataannya molor.

“Yang jelas rapat pleno akan digelar minggu ini, sebab Pilkada sudah selesai,” tegasnya.

Susi menambahkan, Partai Golkar memiliki kriteria tersendiri untuk menentukan calon pengganti Ketua DPRD, pengganti Mitroatin. Partai Golkar memiliki suara tertinggi kedua dalam Pileg 2014.

Mitroatin memiliki suara tertinggi Caleg Partai Golkar saat pemilu 2014 lalu dengan perolehan suara 6.147 suara. Kemudian disusul Diana Hargianti dengan perolehan suara 5.701 suara.

“Iya lah, pasti da beberapa pertimbangan. Sesuai AD/ART, harus loyal kepada Parta Golkar,” punkasnya. (yud)

 

Reporter: Wahyudi