“Mulyo Atine” Jamin Penuhi Kebutuhan Dasar Kesehatan Warga

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Pelayanan bidang kesehatan menjadi perhatian serius pasangan calon bupati (Cabup) dan wakil calon bupati (Cawabup), Soehadi Moeljono dan Mitroatin, lima tahun kedepan. Pasangan yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Mulyo-Atine” ini telah menyiapkan sejumlah program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Diantaranya pengembangan fungsi dan peran Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, termasuk Puskesmas Rawat Inap, serta RSUD Bojonegoro untuk memberikan layanan kesehatan paripurna kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan ini akan didukung dengan peningkatan tenaga medis, peralatan dan teknologi informasi (TI).

Harapannya, selain masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal, juga memudahkan menyampaikan masukan untuk peningkatan pelayanan.

Menurut Mohamad Raihan (30),warga Desa Dander, Kecamatan Dander pelayanan di Puskesmas perlu ditingkatkan lagi. Setelah dirinya mendapatkan pengalaman yang kurang memuaskan saat memeriksakan gigi.

“Saya mendatangi Puskesmas waktu itu hari Jumat, tapi sayang, sepertinya yang bertugas sebagian tidak ada di tempat, padahal banyak yang antri. Itu kejadian sudah lama,” ujarnya.

Antrian panjang dan waktu yang lama, membuatnya merasa tidak nyaman. Ditambah kondisi ruang tunggu yang agak panas, karena kipas yang disediakan terlihat sangat terbatas sehingga mengganggu kenyamanan.

“Itu yang perlu ditingkatkan lagi,” sarannya.

Oleh karena itu, dirinya sangat setuju jika kedepan fasilitas pelayanan kesehatan dipercepat dan ditingkatkan. Baik tentang kedisiplinan dan juga fasilitas kesehatan sehingga pasien bisa benar-benar mendapatkan penanganan yang baik.

Senada disampaikan Sri Lestari (25), warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Meski pelayanan Puskesmas Kapas sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan lagi seperti tenaga medis maupun fasilitas yang ada.

“Pengalaman, kalau kasus kecekalakaan pasti dirujuk di RSUD,” ujarnya.

Selama ini puskesmas hanya menangani kecelakaan tertentu saja. Kasus berat, seperti patah tulang atau luka dalam, belum bisa ditangani.

“Sangat disayangkan, karena seharusnya semua sudah ada di Puskesmas. Jadi tidak usah di rujuk RS,” tandasnya.

Kedua warga ini berharap, pemkab bisa melengkapi kekurangan tersebut termasuk dalam menangani korban kecelakaan lalu lintas. Selain butuh tambahan alat medis, juga harus ada tenaga medis yang handal.

“Kasus paling urgent itu kan kecelakaan, harapannya bupati terpilih bisa meningkatkan lagi agar masyarakat tidak bolak balik ke RS untuk mendapat penanganan lainnya,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Cabup Soehadi Moeljono, menyatakan, kedepan akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui persetujuan warga penerima manfaat layanan dalam penentuan standar Pelayanan dan maklumat pelayanan.

“Kita juga akan menjamin penyediaan mutu fasilitas pelayanan kesehatan baik Puskesmas dan rumah sakit kelas III secara gratis, dengan cukup menggunakan KTP,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Pak Mul, demikian dia akrab disapa, pihaknya juga akan meningkatkan penyediaan saluran dan mekanisme pengaduan pelayanan publik dan aspirasi pembangunan daerah melalui aplikasi online dan offline, yang mudah diakses dan terhubung dengan media social (facebook, twitter, Instagram, dan lain-lain), dan terhubung juga dengan SP4N (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional) yang dikelola oleh Kantor Staf Presiden, Ombudsman RI, dan Kemen PAN-RB.

“Melalui kemudahan akses ruang komunikasi publik ini diharapkan partisipasi masyarakat dalam segala bidang pembangunan bisa meningkat,” pungkas mantan Sekda yang sudah 32 tahun mengabdikan diri sebagai PNS di Pemkab Bojonegoro ini.(LIS)