Hardiknas Untuk Muhasabah Usaha Pendidikan Yang Diperjuangkan

oleh

SUARABOJONEGORO.COM – Forpimda Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang bertempat di Alun-alun Bojonegoro, pada hari Rabu(02/5/2018). Upacara tersebut juga diikuti perwakila dari siswa-siswi tingkat SD, SMP, SMA dan sejumlah Mahasiswa di Bojonegoro.

Dengan mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Penetapan Hari Pendidikan Nasional dilatarbelakangi oleh sosok yang memiliki jasa luar biasa di dunia pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, yang lahir pada tanggal 2 Mei 1989.

Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, saat memberikan sambutan mengatakan bahwa Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 2 Mei tidak semata-mata dimaksudkan untuk mengenang hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara selaku Bapak Perintis Pendidikan Nasional, namun lebih merupakan sebuah momentum untuk kembali menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme pada seluruh insan pendidikan.

Hal tersebut dimaksudkan agar semua insan pendidikan mengingat kembali filosofi dari nilai perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam menegakkan pondasi pendidikan di Indonesia.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan.

Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan. Kita menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan.

“Kita terus berusaha keras memperluas  akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan  agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Kapolres secara tulus ingin saya katakan bahwa tidak bisa tidak, pendidikan harus menjadi urusan semua pihak. Semua pihak harus bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan.

Upacara tersebut ditutup dengan mengumumkan pemenang juara 1 dan penyerahan guru kepala sekolah berprestasi, serta penyaluran bantuan beasiswa produktif BAZNAS Kab. Bojonegoro dari tingkat SD, MI, SMP dan Perguruan tinggi.

Juara 1 guru kepala sekolah berprestasi ini diraih oleh NURUL HASANAH, S. Pd guru TK ABA 1 sumberrejo kec. Sumberejo, NINIK WIJININGSIH, M. Pd guru SDN Sonorejo 1 Kec. Padangan, TUTIK WIJAYANTI, S. Pd kepala TK IT A1 Haromain Kec. Bojonegoro, MAMIK YUNI PRASTYANI, S. Pd. M. Pd kepala SDN Sumodikaran II Kec. Dander, HARIANI SUSANTI, S. Pd guru SMPN 2 Kedungadem, LARISAN, M. Pd kepala SMPN 1 Bojonegoro.

Bantuan beasiswa produktif dari BAZNAS, diberikan kepada SHELIKA DEA NOVALINDA (SD Bogo Kec. Kapas), LAILATUL AIVA (MI Miftahul Ulum Dander), YUSFA AHMAD FERDIANSYAH (SMPN 3 Bojonegoro) serta NOVI NUR LAILI MUHIBHAH (STIT Muhamadyah Bojonegoro).

 

Reporter: Syaroni