Unigoro Telah Sebar IPAH Ditiga Kecamatan, Ini Manfaatnya!

Reporter : Bima Rahmat

SuaraBojonegoro.com – Universitas Bojonegoro (Unigoro) hari ini mendiskusikan Instalasinya Panen Air Hujan (IPAH) di tiga kecamatan. Dari data yang dihimpun sebanyak 25 unit IPAH telah disebar diantaranya 10 unit di Kecamatan Kedungadem, 2 unit di Kecamatan Sumberejo dan 13 unit di Kecamatan Gondang. Sabtu (22/02/25).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro,Laily Agustina menuturkan pembagian alat IPAH ini merupakan program pengabdian masyarakat Unigoro. Selain mengajar dosen mempunyai tiga kewajiban diantaranya adalah meneliti dan pengabdian kepada masyarakat.

“Salah satu outputnya adalah kami merancang instalasi air hujan yang Alhamdulillah hari ini bisa diterapkan di masyarakat,” katanya.

Dirinya menjelaskan dalam program ini pihaknya mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yangmana program IPAH ini sekaligus bentuk dukungan terhadap gerakan panen air hujan yang diinisiasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono – Nurul Azizah.

“Salah satu programnya adalah untuk mitigasi kekeringan di bojonegoro melalui panen air hujan,” ujarnya.

Baca Juga:  Unigoro Festival Tari Tradisional 2023: Mari Lestarikan Budaya Jawa

Dirinya berharap program IPAH ini mendapat support penuh dari Pemkab Bojonegoro, sehingga kedepannya program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya pada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno, Arief Januarso, menuturkan jika program IPAH ini merupakan kerjasama dengan Ademos. Pria yang akrab disapa Mas Ayik ini menjelaskan jika di Unigoro, sebelumnya telah membuat toren dengan sistem yang berbeda.

“Ada yang dari atas langsung masuk dan seperti hari ini, dari talangan masuk kebawah dulu kemudian masuk ke filter baru masuk ke toren,” jelasnya

Mungkin yang membedakan, lanjutnya, adalah sistem limpahan air di injeksi kan ke dalam tanah. Sehingga diharapkan air toren yang penuh nantinya akan diserap ke dalam Tanah. Selain itu di Unigoro juga terdapat kolam yang diperuntukkan menang air hujan, sehingga harapannya air hujan akan masuk kolam dan partikel logamnya akan mengendap dan selanjutnya akan dimasukkan ke filter.

Baca Juga:  BEM KM dan SEMA Unigoro Resmi Dilantik: Siap Kawal Isu Sosial Kampus

“Jika semua desa ada embung, sistem itu bisa dipakai,” tuturnya.

Dan kami kesempatan ini Mas Ayik mengakui jika program Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro yang berusaha menyelesaikan persoalan kekeringan di Kabupaten Bojonegoro.

“Sebelum dilantik Mas Wahono sudah melakukan sesuatu,” tambahnya.

Dirinya mengakui jika alat IPAH ini kedepannya membutuhkan perbaikan dan lain sebagainya. Oleh karena itu pihaknya akan mengundang penerima manfaat untuk diberikan sosialisasi terkait dengan perawatan maupun jika ada permasalahan.

Dalam kesempatan yang sama Cantika Wahono, menuturkan jika program IPAH ini merupakan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Nurul Azizah.

“Kami bekerjasama dengan LPPM Unigoro dan masyarakat di Kedungadem,” ucapnya.

Dirinya berharap program IPAH ini kedepannya dapat dikembangkan hingga ratusan bahkan ribuan titik yang mendapat manfaat dari program IPAH tersebut.

“Mudah-mudahan tidak hanya ratusan tapi ribuan titik,” pungkas. (Bim/red).