SuaraBojonegoro.com – Dalam upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, KKN-TK Kelompok 10 gelar pelatihan inovasi olahan pangan di Balai Desa Trenggulunan pada Sabtu, (25/07/2026) pukul 13.00 WIB. Pelatihan ini memperkenalkan inovasi pengolahan jagung menjadi minuman Sweet Corn Milk sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Jagung dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak di budidayakan di Desa Trenggulunan. Selama ini sebagian besar hasil panen jagung masyarakat Desa Trenggulunan masih dijual langsung kepada pengepul tanpa melalui proses pengolahan.
Salah satu anggota dari Departemen Umkm dan Potensi Lokal Kelompok 10 sekaligus menjadi pemateri, Samsul Arif, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya inovasi dalam mengolah hasil bumi agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kami ingin menunjukan bahwa jagung tidak hanya bisa dijual sebagai hasil panen, tetapi juga dapat di olah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat melihat potensi jagung sebagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan berpeluang menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga,“ tambah Samsul.
Salah satu peserta pelatihan, Naning, mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya baru mengetahui bahwa jagung bisa diubah menjadi minuman yang memiliki nilai jual. Selama ini kami hanya menjual hasil panen kepada pengepul. Semoga pelatihan ini menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dari hasil bumi desa,” ujar Naning
Inovasi sederhana seperti Sweet Corn Milk diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan produk unggulan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraaan masyarakat sekaligus memperkuat potensi UMKM berbasis hasil pertanian lokal. (prt/red)








