SuaraBojonegoro.com – Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk MBG (Makanan Bergizi Gratis) Gilang Gumilang yang juga melayani penerima manfaat di SD Negeri Semanding yang terdapat tujuh siswa mengalami mual mual dan sakit diperut pasca memakan menu Makanan MBG di sekolah mereka memberikan penjelasan terhadap awak media, bahwa pihaknya masih akan melakukan uji Laboratorium setelah peristiwa tersebut. Rabu (24/9/2025).
Kepada awak media ketika dihubungi melalui telepon akun Wathsappnya menjelaskan bahwa dari 36 Sekolah Penerima manfaat, hanya ada satu sekolah yang mengalami masalah pasca Makan menu MBG, sehingga dirinya juga melakukan klarifikasi dari berbagai pihak atas kejadian dugaan siswa yang keracunan.
“Kita masih melakukan klarifikasi dari berbagai pihak, karena kita dapatkan informasi bahwa siswa yang dibawa ke rumah sakit tersebut sebelum atau sesudahnya diperkirakan beli jajan dan memakannya, sehingga kita juga mencari tahu kebenaran penyebab sakitnya ketujuh siswa tersebut,” ujar Gilang melalui Sambungan telepon saat di Konfirmasi wartawan.
Dia juga menyatakan bahwa hal ini menjadi suatu keanehan karena hanya ada disatu sekolah, sedangkan dirinya melayani sebanyak 36 sekolah Penerima manfaat MBG yang dikelola di Dapur MBG Campurrejo, Kecamatan Bojonegoro, Dan hanya ada satu sekolah dengan sejumlah tujuh Murid mengalami ganguan kesehatannya yang dikabarkan setelah memakan menu MBG.
“Kita belum bisa memastikan apa penyebab ketujuh siswa tersebut yang mengalami sakit atau ada penyebab lain,” Pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sebanyak tujuh murid SD Negeri Semanding mengalami dugaan keracunan pasca makan menu MBG dan sempat dilarikan Ke RSUD Sosrodoro Djatikusumo Bojonegoro, namun ketujuh Murid SD Negeri Semanding tersebut sudah dibawa pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini diturunkan juga belum ada konfirmasi secara pasti penyebab sakitnya tujuh siswa yang ditangani oleh RSUD Sosrodoro Djatikusumo. Humas RSUD sendiri belum memberikan jawaban saat di konfirmasi melalui akun Wathsappnya. (Sas*)








